JP Radar Kediri- Rasanya seperti otak yang tak pernah diam, memutar ulang skenario paling buruk, merevisi kata-kata yang sudah terucap, atau mengurai detail kecil hingga tuntas. Itulah overthinking, sebuah lingkaran setan yang secara diam-diam menghabiskan energi mental.
Dari luar, Anda mungkin tampak tenang, namun di dalam, pikiran Anda berlari tanpa henti. Jika ini yang Anda alami, ketenangan: Anda tidak sendirian, dan kondisi ini dapat diatasi secara bertahap.
Baca Juga: Keren! 4 Manfaat Renang Ini Bikini Tubuh Sehat Dan Pikiran Tenang!
Langkah awal untuk membebaskan diri adalah menetapkan batas waktu bagi kekhawatiran. Bayangkan kekhawatiran Anda sebagai pertemuan yang memiliki awal dan akhir. Tetapkan slot waktu khusus, seperti 10-15 menit setiap sore, untuk memikirkan masalah tersebut secara mendalam.
Begitu alarm berbunyi, katakan pada diri sendiri, "Sudah cukup untuk hari ini," lalu alihkan fokus. Pendekatan ini melatih otak agar tidak menjadikan kekhawatiran sebagai kegiatan sehari-hari, melainkan agenda terbatas.
Kekuatan dialog internal positif sering kali diabaikan. Percakapan di dalam pikiran kita bisa berupa racun atau obat. Gantilah kalimat seperti, "Saya pasti akan gagal," dengan, "Saya telah berusaha maksimal saat ini." Atau ubah "Dia pasti membenci saya" menjadi "Saya tidak dapat mengontrol pandangan orang lain."
Dengan sengaja memilih kata-kata yang lebih ringan dan realistis, kita membentuk sudut pandang baru yang lebih menenangkan dan konstruktif.
Baca Juga: 5 Alasan Pikiran Jadi Overthinking Saat Malam Hari, Simak Penjelasannya!
Ketika pikiran terasa terlalu padat dan kacau, cobalah "mind dumping" melalui tulisan. Ambil buku catatan atau buka aplikasi note di ponsel, lalu tuangkan semua isi pikiran tanpa penyaringan atau pengaturan. Proses ini mirip membersihkan cache di otak.
Sering kali, setelah ditulis, masalah yang semula besar terlihat lebih sederhana. Anda juga dapat mengidentifikasi pola pikir dengan lebih jelas, membedakan antara fakta dan imajinasi belaka.
Melibatkan diri dalam kegiatan yang menuntut perhatian penuh (mindfulness) merupakan alat kuat lainnya. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki sambil menyadari setiap langkah, mencuci piring dengan fokus pada busa dan air. Atau mendengarkan album musik favorit tanpa gangguan ponsel, dapat "memaksa" otak berhenti melompat ke masa lalu atau depan. Kegiatan ini mengingat kembali kesadaran akan momen kini, di mana kecemasan sulit bertahan.
Baca Juga: Meditasi di Pagi Hari Mampu Menghilangkan Stres, Ini Sederet Manfaat Lainnya untuk Tubuh dan Pikiran
Akhirnya, jangan abaikan aspek fisik: istirahat yang memadai dan lingkungan yang terorganisir. Overthinking sering kali memburuk ketika tubuh lelah. Buat rutinitas tidur yang menenangkan: redupkan cahaya satu jam sebelum tidur, jauhkan perangkat elektronik, dan lakukan pernapasan dalam.
Menata ulang kamar tidur agar rapi dan nyaman juga dapat memberi sinyal pada pikiran bahwa saatnya beristirahat. Ingat, terlalu banyak berpikir bukanlah cacat kepribadian, melainkan kebiasaan yang dapat dikendalikan.
Kuncinya adalah kesadaran, langkah-langkah kecil yang konsisten, dan sikap ramah terhadap diri sendiri sepanjang proses. Anda yang mengendalikan, bukan pikiran Anda.
Artikel ini ditulis oleh Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian