Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Musim Hujan, Kasus Penularan DBD dan Cikungunya Mengintai Warga Kediri

Ayu Ismawati • Senin, 17 November 2025 | 05:51 WIB
Fogging di Taman Hutan Joyoboyo Kota Kediri.
Fogging di Taman Hutan Joyoboyo Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Memasuki musim hujan, penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti nyamuk berpotensi mengalami kenaikan.

Dinas Kesehatan Kota Kediri mengungkapkan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan cikungunya berpotensi mengalami kenaikan selama musim penghujan.

Selain upaya pencegahan berupa edukasi, dinkes juga menggencarkan fogging di area-area yang terindikasi temuan kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri Hendik Suprianto mengatakan, fogging atau pengasapan dalam penanganan DBD dilakukan secara selektif.

Pihaknya hanya melakukan fogging di area yang terindikasi ada temuan kasus. Serta, jika dibutuhkan di kawasan tertentu seperti taman hutan kota.

“Kami lakukan fogging supaya nyamuk, terutama yang mengandung virus, bisa mati. Makanya fogging bukan upaya pencegahan. Tetapi lebih kepada upaya penanggulangan karena fogging itu harus selektif,” ujar Hendik.

Dengan melakukan fogging di area temuan kasus, diharapkan nyamuk-nyamuk pembawa virus yang tersebar bisa mati.

Namun demikian, untuk menanggulangi DBD maupun cikungunya, menurutnya langkah utama yang harus dilakukan adalah dengan pencegahan. Salah satunya dengan menerapkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“DBD ini erat kaitannya dengan musim. Dari tahun ke tahun siklusnya itu hampir sama. Yang mana setiap puncak musim hujan, dipastikan juga menjadi puncak kenaikan kasus DBD. Biasanya Januari dan Februari,” ungkap Hendik.

Namun melihat kondisi curah hujan saat ini, pihaknya memprediksi kenaikan signifikan akan mulai terjadi pada Desember mendatang.

Adapun hingga pertengahan November ini, baru 1 kasus DBD yang ditemukan di Kota Kediri. “Baru pada April-Mei nanti mulai ada penurunan, seiring dengan curah hujan yang menurun,” beber Hendik.

Untuk diketahui, selama Januari – Oktober, Dinas Kesehatan Kota Kediri mencatat sedikitnya ada 153 temuan kasus DBD.

Selama 10 bulan itu, temuan kasus yang tercatat paling tinggi terjadi di bulan Januari dengan 51 kasus DBD.

Selebihnya, jumlah kasus cenderung mengalami penurunan, namun masih relatif tinggi hingga bulan Mei. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #cikungunya #musim penghujan #dbd