Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Seminar RSIA Ferina di Kediri Beri Solusi bagi Pasangan Suami-Istri yang Menginginkan Buah Hati

M. Mashadi • Minggu, 14 September 2025 | 23:51 WIB
Seminar Harapan untuk Memiliki Buah Hati yang Digelar RSIA Ferina.
Seminar Harapan untuk Memiliki Buah Hati yang Digelar RSIA Ferina.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ferina Surabaya menggelar seminar awam di Kota Kediri. Acara bertempat di Grand Surya Hotel pada Minggu, 14 September 2025.

Tema yang diusung adalah "Harapan untuk Memiliki Buah Hati". Acara ini menghadirkan dua pakar fertilitas, dr. Aucky Hinting dan Dr. dr. Ashon Sa’adi, yang memaparkan data pasien, penyebab infertilitas, serta peluang keberhasilan program bayi tabung.

dr. Ashon Sa’adi mengatakan, penyebab infertilitas terbagi rata antara pria dan wanita, masing-masing sekitar 40 persen.

Pada wanita, faktor dominan meliputi masalah pada saluran telur, rahim, dan ovarium. “Ovarium itu tidak sadar telurnya habis ya. Ini pertimbangan untuk menyimpan telur. Ini terjadi pada kayak artis Luna Maya,” jelas Ashon.

Dia menuturkan bahwa di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri menjadi wilayah dengan angka infertilitas tertinggi di Jawa Timur, mencapai kisaran 2.000 pasien.

“Kalau di Kota Kediri sendiri 800 pasien yang berkunjung ke rumah sakit kami deteksi di rumah sakit kami. Dari lingkungan Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Jombang itu Kediri yang lumayan tertinggi,” ujarnya.

Untuk diketahui, RSIA Ferina menghadirkan teknologi terkini untuk membantu pasangan yang sulit memiliki anak, termasuk fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung.

“Apa yang bisa dicegah dan apa yang bisa diketahui dini dan apa pun yang bisa kita perbaiki bahkan yang sampai sulit pun di tingkat dunia infertilitas ini kita ada fasilitas dan teknologi untuk mengantisipasi ini,” tambah Ashon.

Sementara itu, pemateri kedua dr. Aucky Hinting menambahkan,pasien dari Kediri, Tulungagung, dan Blitar mendominasi jumlah peserta program bayi tabung di Ferina.

“Ferina itu fertilitas Indonesia. Kita melakukan pasien itu dari mana-mana. Sehingga kita daerah-daerah untuk jumpa dengan pasien-pasien kita,” katanya.

Menurut Aucky, sejak berdiri pada 1990, tim RSIA Ferina telah menangani lebih dari 20.000 kasus bayi tabung dengan tingkat keberhasilan rata-rata 43 persen, menghasilkan hampir 8.000 kehamilan. “Kita sekarang menuju yang ke-21.000,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, biaya program bayi tabung di RSIA Ferina berkisar Rp 60 juta hingga Rp 80 juta per siklus, termasuk proses pengambilan sel telur, pembuahan, penanaman embrio, serta obat-obatan.

“Kalau orang bayi tabung itu proses bayi tabungnya. Ambil telur, pembuahan, penanaman Rp 36 juta. Obat suntik untuk istrinya itu bervariasi. Yang murah bisa Rp 15 juta, yang sudah tua, yang banyak itu bisa sampai Rp 3 juta. Terus periksa lain-lain,” jelas Aucky.

Alternatif lain adalah inseminasi buatan dengan biaya Rp1 0 juta hingga Rp 15 juta. Namun dengan syarat saluran telur tidak buntu dan kualitas sperma memadai. “Kalau inseminasi itu salurannya enggak boleh buntu. Yang kedua spermanya enggak jelek-jelek banget,” tegasnya.

Seminar yang diikuti puluhan peserta ini menghadirkan moderator Dr. dr. Hudi Winarso. Selain memberikan edukasi kesehatan reproduksi, acara ini juga bertujuan memberi harapan baru bagi pasangan yang mendambakan hadirnya buah hati.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Rumah Sakit Ibu dan Anak #seminar awam #kesehatan ibu dan anak #rsia #program bayi tabung