JP Radar Kediri - Gas air mata merupakan salah satu alat yang kerap digunakan aparat dalam menghadapi situasi kerusuhan atau demonstrasi yang tidak terkendali.
Zat ini bekerja dengan menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh, sehingga orang yang terpapar terdorong untuk menjauh dari lokasi. Kandungan kimianya dirancang agar menimbulkan efek cepat, namun tidak bersifat mematikan jika digunakan sesuai aturan.
Saat terkena gas air mata, seseorang biasanya mengalami gejala khas seperti mata perih, pandangan kabur, hidung berair, batuk, hingga sulit bernapas.
Baca Juga: RSUD Kilisuci Kota Kediri Permudah Administrasi Layanan Andalan 3 In 1
Beberapa orang juga melaporkan adanya rasa panas pada kulit atau mual akibat iritasi saluran pernapasan. Intensitas gejala sangat bergantung pada lamanya paparan dan seberapa dekat seseorang dengan sumber gas.
Oleh karena itu, penanganan segera menjadi hal yang penting ketika terpapar. Membilas wajah dan mata dengan air bersih, menjauh dari area yang masih dipenuhi gas, serta menggunakan kain basah untuk menutup hidung dan mulut dapat membantu mengurangi gejala.
Jika keluhan tidak kunjung mereda atau justru semakin parah, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Tindakan cepat ini bukan hanya melindungi kesehatan jangka pendek, tetapi juga mencegah komplikasi yang bisa timbul akibat paparan gas air mata yang berlebihan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Minuman Manis, Ini 5 Manfaat Yang Dimiliki Air Tebu untuk Tubuh!
Jika terkena gas air mata, langkah-langkah berikut dapat menjadi pertolongan pertama:
1.Hindari menggosok mata
Saat mata terasa pedih, sering kali muncul keinginan untuk menguceknya, tetapi hal itu dapat menambah rasa sakit. Lebih baik biarkan air mata keluar secara alami agar zat berbahaya dapat terbuang.
2. Kendalikan diri lalu segera berpindah dari lokasi
Jika terpapar gas air mata, satu hal terpenting adalah menjaga ketenangan diri. Setelah itu, segera arahkan langkah menuju ruang terbuka atau tempat dengan sirkulasi udara yang lancar. Lingkungan dengan udara yang mengalir akan membantu tubuh beradaptasi lebih cepat dan mengurangi rasa sesak yang muncul.
Segera bergerak ke area yang lebih lapang, partikel gas akan lebih mudah tersebar sehingga intensitas paparan terhadap tubuh menjadi lebih ringan. Langkah sederhana ini dapat memperkecil risiko iritasi berlanjut.
Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos PKH dan BPNT Hari Ini, di Bank Ini Sudah Cair, Cek Sekarang!
3. Bersihkan area tersebut menggunakan air yang terus mengalir
Membasuh dan membersihkan wajah, mata, serta permukaan kulit dengan air bersih yang terus mengalir. Lakukan pembilasan ini beberapa menit agar sisa zat kimia yang menempel dapat terangkat secara maksimal. Proses ini dapat membantu meredakan rasa perih sekaligus mencegah iritasi semakin parah.
Saat mencuci, sebaiknya jangan menggunakan sabun atau produk berbasis minyak. Kandungan tersebut justru dapat membuat zat kimia lebih mudah terserap ke dalam kulit. Dengan hanya mengandalkan air mengalir, tubuh dapat membersihkan diri secara lebih aman tanpa risiko memperburuk kondisi.
4. Cari penanganan medis secepat mungkin
Jangan abaikan keluhan yang semakin parah karena dapat berisiko bagi kesehatan. Gejala seperti napas tersengal, nyeri pada bagian dada, hingga mata yang penglihatannya semakin buram merupakan sinyal bahaya. Bila hal ini terjadi, langkah terbaik adalah segera mencari pertolongan.
Jika kondisi yang dialami semakin memburuk, penting untuk segera memperhatikan tanda-tandanya. Misalnya muncul rasa sulit bernapas, dada terasa tertekan, atau pandangan mulai terganggu dan tidak kembali normal. Situasi seperti ini menandakan tubuh membutuhkan penanganan lebih serius.
Segera mencari tenaga medis atau fasilitas kesehatan terdekat menjadi cara paling aman untuk mendapatkan penanganan. Dengan pemeriksaan dokter, kondisi bisa segera ditangani sehingga risiko komplikasi dapat dicegah. Tindakan cepat akan sangat membantu mempercepat proses pemulihan.
Putri Daniatul Anggraini
Editor : Anwar Bahar Basalamah