Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lima Bulan, di Kota Kediri AIDS Renggut Nyawa Empat Orang 

Ayu Ismawati • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:00 WIB

 

Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

Penyakit AIDS tetap jadi momok. Menjadi penyakit yang mematikan. Hal ini diperkuat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri. 

Instansi ini mencatat selama lima bulan awal 2025, sudah ada 87 kasus temuan baru orang menderita HIV/AIDS. Puluhan orang itu mayoritas merupakan warga luar kota yang kasusnya ditemukan di fasilitas kesehatan di Kota Kediri. 

Dari data tersebut, tiga di antaranya merupakan orang berusia 15 - 19 tahun. Sedangkan dua lainnya merupakan anak-anak dalam rentang usia 0 - 4 tahun dan 5 - 9 tahun. 

“Pencegahan itu memang harus sedini mungkin. Makanya sejak SMP sudah diedukasi. Jadi sebelum dia terjerumus ke pergaulan yang tidak sehat, dia sudah dibekali ilmu terlebih dahulu,” ujar Kepala Dinkes dr Muhammad Fajri Mubasysyir melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hendik Suprianto. 

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap edukasi seksual itu sebagai hal yang tabu. Padahal anak-anak harus mendapatkan informasi yang utuh dalam upaya mencegah rantai penularan HIV. 

Lebih jauh Hendik membeberkan, temuan kasus selama lima bulan awal 2025 di Kota Kediri tersebar dalam rentang usia yang beragam. Selain usia anak-anak dan dewasa awal, kasus paling banyak ditemukan di usia 25 - 29 tahun dengan 16 kasus. Disusul rentang usia 20 - 24 tahun sebanyak 13 kasus. Usia-usia yang dianggap produktif itu justru menjadi rentang usia paling banyak kasus HIV/AIDS ditemukan tiap tahunnya. Dari puluhan kasus itu, empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia. 

“(Temuan) yang dari dalam Kota Kediri rata-rata hanya seperempatnya. Sisanya dari luar daerah yang ditemukan di Kota Kediri,” ungkap Hendik sembari menyebut instansinya ditarget menemukan kasus sebanyak-banyaknya.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan sudah memprediksi temuan-temuan di setiap daerah. Dengan berhasil menemukan kasus sebanyak-banyaknya sesuai target pemerintah pusat, diharapkan proses penanganan HIV juga bisa lebih cepat. Sebab, pengobatan dapat segera diberikan dan penularan bisa ditekan.  

“Kenapa di Kota Kediri bisa tinggi temuannya? Karena pertimbangannya di sini rumah sakit dan layanan kesehatannya banyak. Sehingga ditargetkan kasusnya banyak yang sebagian juga berasal dari warga luar kota yang berobat di Kota Kediri,” urai Hendik terkait tren temuan kasus HIV di Kota Kediri yang rata-rata mencapai ribuan tiap tahunnya.

Upaya pencegahan dengan menyasar anak-anak usia sekolah juga menurutnya sudah rutin dilakukan. Yakni, melalui petugas puskesmas. Mereka ditargetkan memberikan edukasi kepada siswa-siswa di lingkungan kerja masing-masing. 

“Ditargetkan memang murid-murid baru di SMP semua harus mendapatkan edukasi tentang HIV,” pungkas Hendik. (*)

Editor : Mahfud
#HIV/AIDS #penularan #meninggal