Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Alasan Anang Memberi Dukungan Pada Lik, Bocah Badas Penyandang Sexual Ambiguity agar Pastikan Genitalnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 13:00 WIB

Anang Soetomo menunjukkan foto rontgen saat masih menjalani perawawatan beberapa tahun lalu. Kini dia menyandang status laki-laki setelah sebelumnya sempat mengalami seksual ambiguity.
Anang Soetomo menunjukkan foto rontgen saat masih menjalani perawawatan beberapa tahun lalu. Kini dia menyandang status laki-laki setelah sebelumnya sempat mengalami seksual ambiguity.

JP Radar Kediri-Anang Soetomo, 25, warga Dusun Tunggul, Desa Selopanggung, Semen, memberi dukungan kepada Lik, 9, bocah  asal Kecamatan Badas yang berkelamin ganda. Pria yang sempat mengalami seksual ambiguity itu mendorong penanganan medis yang tuntas untuk anak yang duduk di bangku kelas 3 SD tersebut. Sehingga, jenis kelaminnya bisa dipastikan. 

Untuk diketahui, Anang Soetomo juga terlahir dalam kondisi berkelamin ganda. Perjuangan Anang memastikan identitasnya cukup panjang. Setelah melakukan operasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada 2015 dan 2016 silam, operasinya sempat terhenti selama empat tahun.

Selanjutnya, pada 2021 lalu dia kembali menjalani operasi di RSUD Kabupaten Kediri. Dia ditangani oleh dokter spesialis urologi dr Dodo Wikanto. “Saya operasi sampai empat kali,” ungkap Anang ditemui di rumahnya kemarin.

Awalnya pria yang terlahir dengan nama Ani Khasanah itu mengaku sempat merasa minder saat awal melakukan operasi. Namun, dia menjadi percaya diri setelah semua orang terdekat memberikan dukungan. Selain keluarga, juga para guru di SMPN 2 Semen. 

Hal tersebut membuat mentalnya semakin kuat. Dia pun semakin mantap untuk melanjutkan operasi. “Dukungan orang sekitar sangat penting untuk menguatkan mental,” terang laki-laki kelahiran 1999 silam itu.

Setelah rangkaian operasinya tuntas, Anang resmi menjadi laki-laki dengan penetapan pengadilan. Kini, dia benar-benar menjalani kehidupan sebagai laki-laki sejati. Tata cara ibadahnya pun sesuai laki-laki.

“Kalau dulu saat kecil salat pakai cara perempuan (mukena), sekarang ya pakai cara laki-laki. Saya petani. Angkat-angkat juga biasa walaupun tidak bisa yang terlalu berat,” tuturnya.

Dengan memiliki kepastian identitas, Anang mengaku semakin percaya diri menatap masa depan. Perjuangannya mencari jati diri diabadaikan dalam namanya. Anang yang berarti anak lanang (laki-laki) dan Soetomo yang diambil dari nama RSUD Dr Soetomo. “Karena saya anak lanang yang dioperasi di RS Dr Soetomo,” kenangnya.

Dia berharap Lik bisa menempuh jalan yang sama. Jika saat ini masih berkelamin ganda, dengan penanganan medis yang dijalani, diharapkan ke depan dia bisa mendapat kepastian genitalnya.

Sementara itu, setelah menjalani pemeriksaan di RSKK dan kromosom laki-lakinya disebut dominan, Lik kembali menjalani pemeriksaan laboratorium di RSUD Dr Soetomo. Anggota DPRD Kabupaten Kediri Maskur Lukman menyebut, hasil laboratorium menunjukkan ada gumpalan di dekat genital Lik. “Namun belum tahu (kepastian gumpalan mirip penis, Red). Jadi masih dilakukan lab (pemeriksaan laboratorium) lagi,” ungkap Wakil Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kediri itu.

Lebih jauh Lukman mengatakan, hasil pemeriksaan kedua dari RSUD Dr Soetomo Surabaya sebenarnya sudah keluar. Namun, pembacaan baru akan dilakukan Rabu (13/8) nanti. “Hasil lab itu katanya juga harus segera diatasi karena ditakutkan akan membesar,” terangnya.

Baca Juga: Kasusnya Mirip Aprilia Manganang, Bocah SD di Kediri Ini Punya Kelamin Ganda

Terkait kepastian jenis kelamin Lik yang dominan, menurut Lukman juga akan dipastikan dari hasil pemeriksaan kedua tersebut. Sembari menunggu proses tersebut, Lukman meminta agar masyarakat, terutama di lingkungan Lik, untuk memberi dukungan.

“Saya harap masyarakat sekitar menerima. Karena apapun, namanya anak bisa tidak baik kalau terkena bullying dan sebagainya. Dukungan orang sekitar itu penting untuk tumbuh kembangnya,” tandasnya. (*)

Editor : Mahfud
#sexual ambiguity #kelamin ganda