Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Periksa Puluhan Ribu Pelajar, Ini 16 Penyakit yang Coba Dideteksi Dinkes Kota Kediri 

Ayu Ismawati • Jumat, 25 Juli 2025 | 14:50 WIB
Sejumlah siswa antre untuk mengikuti pemeriksaan mata dengan membaca huruf beragam ukuran dari jarak tertentu di kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri (23/7).
Sejumlah siswa antre untuk mengikuti pemeriksaan mata dengan membaca huruf beragam ukuran dari jarak tertentu di kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri (23/7).

JP Radar Kediri-Pemerintah Kota Kediri tak hanya melanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) di puskesmas. Mereka juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan untuk puluhan ribu pelajar di Kota Kediri.

Pemeriksaan tersebut dijadwalkan mulai awal Agustus nanti. 

Jelang pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, kemarin dinkes memberi penjelasan teknis PKG di depan perwakilan sekolah. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fajri Mubasysyir mengatakan, skrining kesehatan dalam PKG akan dilakukan menyeluruh. 

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya beberapa indikator saja.

“Mulai dari risiko hepatitis hingga risiko semua penyakit akan dilakukan skrining. Sehingga harapannya gangguan-gangguan itu bisa teridentifikasi sejak dini,” ujarnya. 

Jenis skrining, lanjut Fajri, akan disesuaikan dengan usia. Yang terbanyak mencakup 16 item pemeriksaan. 

Untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun, meliputi tes kebugaran, pemeriksaan mata, telinga, kejiwaan, dan lain sebagainya. Untuk usia 18 tahun lengkap dengan 16 item skrining.

Berkaca dari uji coba yang dilaksanakan di pondok pesantren beberapa waktu lalu, gangguan kesehatan yang banyak ditemui salah satunya anemia. Fajri mengatakan, kondisi itu bisa juga dipicu oleh pola konsumsi pangan anak-anak.

Dengan jumlah siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA yang mencapai 80 ribu siswa, pelaksanaan PKG diperkirakan butuh waktu hingga dua bulan. Untuk mempercepat pemeriksaan, sebelum PKG siswa akan diberi formulir skrining yang harus diisi. 

Formulir selanjutnya dikirimkan ke puskesmas. “Sehingga, saat pelaksanaan PKG di puskesmas tinggal pemeriksaan fisik,” terang Fajri berharap PKG bisa mendeteksi dini gangguan kesehatan siswa. 

Seperti diberitakan, tren penggunaan gawai membuat banyak anak yang menderita gangguan refraksi seperti rabun jauh. Sedikitnya ada 2.272 anak yang tahun 2024 lalu mengalami gangguan tersebut.

Dokter spesialis mata dr Wahyu Endah Prabawati, Sp.M  mengatakan penyakit mata itu paling banyak memang dipicu oleh penggunaan gadget. Screentime anak usia 2-5 tahun dirasankan tidak lebih dari satu jam per hari. Sedangkan anak usia 6 tahun harus tetap ada batasan konsisten dari orang tua. 

“Harus dipastikan screentime tidak mengganggu tidur, aktivitas fisik, dan tugas sekolah,” ujarnya. 

Selain itu, dampak penggunaan gadget dapat diminimalisasi dengan menerapkan rule of twenty (20). Tujuannya menjaga agar mata tidak lelah. 

“Setiap 20 menit menatap gadget, istirahat selama 20 detik dengan melihat jauh. Sejauh 20 feet atau enam meter,” beber dr Endah. (*)

Editor : Mahfud
#siswa #cek kesehatan