KEDIRI, JP Radar Kediri - Stok darah golongan AB di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri mulai menipis.
Menurut Staff UDD PMI Kota Kediri Candra Budiawan, stok darah golongan AB saat ini hanya 41 kantong.
Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan golongan darah lainnya. “Stok darah golongan B mencapai 161 kantong, golongan O ada 100 kantong, dan golongan A sebanyak 72 kantong,” jelasnya.
Candra menambahkan bahwa permintaan darah tetap stabil. Namun ada peningkatan permintaan untuk komponen packed red cell (PRC).
UDD PMI Kota Kediri mengutamakan kebutuhan dalam kota sebelum menerima permintaan dari luar daerah.
“Tetapi untuk stok saat ini sejumlah 320 kantong saya pastikan bisa mencukupi kebutuhan yang ada di Kediri Raya,” imbuh lelaki yang mengenakan kemeja putih saat ditemui tersebut.
Menurutnya, permintaan komponen darah PRC ini untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan kapasitas oksigenasi darah pasien. Terutama pada kondisi seperti anemia atau perdarahan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya hanya akan melayani permintaan darah dari rumah sakit. Sedangkan permintaan secara pribadi atau personal tidak bisa dilayani.
Agar stok darah tetap terpenuhi, UDD PMI Kota Kediri melakukan kegiatan jemput bola. Serta melakukan penyaringan pendonor di tempat-tempat keramaian.
Lokasi layanan donor darah dilakukan di Hypermart Kediri, Polres Kediri Kota, TMP Joyoboyo, Kecamatan Mojoroto, PT KAI.
Selain itu, UDD PMI Kota Kediri juga membuka layanan donor darah di instansi-instansi dan berkeliling dengan mobile unit donor darah.
“Jumlah pendonor tetap tinggi, bahkan ada kenaikan pendonor baru setiap bulannya,” ujar Candra.
Untuk diketahui, mayoritas pendonor ini berada pada kisaran usia produktif. Yaitu 15 sampai 64 tahun.
Bahkan beberapa dari mereka merupakan pendonor yang rutin melakukan kegiatan donor darah.
Meskipun stok sekarang ini dalam kategori aman, pihaknya tetap rutin melakukan layanan donor darah. Itu karena darah memiliki masa expired yang berbeda-beda setiap komponennya.
“Tetapi sejauh ini jarang ditemui darah yang expired. Sebab kami selalu memperhitungkan kebutuhan dengan teliti,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita