JP Radar Kediri-Merebaknya virus Covid-19 varian NB. 1. 8.1 atau Nimbus langsung direspons oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Mereka meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan masuknya virus tersebut ke Bumi Panjalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Bambang Triyono Putro mengatakan, di Indonesia tercatat sudah ada temuan ratusan kasus.
Karenanya, Pemkab Kediri mulai memperketat pengawasan di lapangan.
Bambang bersyukur hingga kemarin belum ditemukan kasus covid baru.
“Terakhir kasus yang tercatat terjadi pada Mei 2023, itu pun hanya satu kasus,” ungkap Bambang.
Meski demikian, menurutnya dinkes tetap tidak abai. Sebaliknya, meminta masyarakat untuk tetap waswpada.
Di level fasilitas pelayanan kesehatan, mulai puskesmas hingga rumah sakit (RS), juga sudah diberi surat edaran. Mereka diminta memperketat pengawasan.
“Jika ada yang suspek (covid, Red) harus langsung diinput datanya di puskesmas sehingga bisa terdeteksi kalau ada warga yang terjangkit,” lanjut Bambang sembari menyebut puskesmas juga diminta memantau perkembangan lebih lanjut.
Pasien suspek covid, lanjut Bambang, akan diawasi secara ketat. Sehingga, perkembangannya bisa terus terpantau.
“Tujuannya agar bisa diketahui kondisinya. Misalnya, ada yang suspek, mungkin dia baru pulang dari luar negeri atau bagaimana latar belakangnya,” terang Bambang.
Sementara itu, konsentrasi dinkes saat ini adalah mengawasi jemaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci.
Masyarakat yang baru saja melakukan aktivitas di Arab Saudi itu akan diawasi selama 21 hari. Pasalnya mereka termasuk kelompok yang rentan terpapar covid varian baru.
Seperti penanganan Covid-19, Bambang mengajak masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Seperti cuci tangan dengan air mengalir, hindari kerumunan, dan pakai masker jika sakit.
Imbauan tersebut tidak hanya berlaku untuk pencegahan covid. Melainkan juga untuk mencegah masyarakat terjangkit penyakit menular lainnya. Terutama yang menyerang saluran pernapasan.
“Perilaku sehat seperti cuci tangan dan pakai masker seharusnya sudah menjadi budaya sehari-hari. Tidak perlu menunggu ada kasus covid dulu. Karena kita tidak pernah tahu virus yang datang itu apa,” jelasnya.
Meski meminta masyarakat waspada akan merebaknya kembali Covid-19, Bambang juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan.
“Lagi pula, varian yang saat ini ada di Indonesia juga tidak tergolong mematikan. Jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Waspada boleh, tapi jangan sampai fobia berlebihan,” pesannya. (*)
Editor : Mahfud