JP Radar Kediri – Para orang tua diminta lebih waspada terhadap indikasi gangguan ginjal pada anak-anak. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah demam berulang tanpa disertai gejala flu seperti batuk atau pilek.
Kondisi ini bisa menjadi petunjuk awal adanya infeksi saluran kemih (ISK), yang apabila dibiarkan dapat berdampak pada kerusakan ginjal permanen.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A(K), menjelaskan bahwa pemeriksaan urine menjadi langkah awal yang penting untuk mendeteksi ISK.
“Jika anak demam terus-menerus tanpa sebab yang jelas, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan urine,” jelasnya.
Penting diketahui, infeksi saluran kemih bisa terjadi tanpa keluhan nyeri, terutama pada anak-anak yang belum bisa bicara atau belum dapat mengungkapkan rasa sakitnya.
“Jangan tunggu sampai anak mengeluh kesakitan, karena pada banyak kasus, kerusakan ginjal sudah terjadi meski anak tampak aktif,” tambahnya.
Untuk anak usia di bawah lima tahun yang menunjukkan gejala mencurigakan, dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti USG ginjal.
Ini untuk memastikan tidak adanya batu ginjal atau kelainan struktural lainnya.
Salah satu gangguan ginjal yang umum dijumpai pada anak adalah sindrom nefrotik, di mana tubuh anak kehilangan banyak protein melalui urine.
Gejalanya antara lain pembengkakan di sekitar mata, perut, dan kaki, serta urine berbusa.
Kondisi ini rentan dialami anak usia 2–6 tahun dan bisa muncul dalam hitungan minggu.
Baca Juga: Anak Kos Wajib Coba! Meal Prep Real Food Hemat, Praktis, dan Sehat
“Anak-anak dengan sindrom nefrotik kadang tampak baik-baik saja, namun pembengkakan menjadi sinyal utama yang perlu diperhatikan. Jangan sampai terlambat ditangani,” jelas dr. Eka.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan ginjal anak di seluruh daerah.
“Idealnya, tiap provinsi memiliki setidaknya satu rumah sakit rujukan dengan fasilitas dan tenaga dokter spesialis nefrologi anak. Karena perawatan penyakit ginjal bersifat jangka panjang dan memerlukan penanganan terpadu,” ujarnya.
Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah penting. Menurutnya, banyak orang tua belum menyadari bahwa penyakit ginjal bisa menyerang anak sejak usia dini, bahkan sejak bayi.
Kebiasaan memberikan makanan tinggi garam dan tidak memperhatikan asupan cairan harian juga dapat memperburuk kondisi ginjal.
Untuk itu, orang tua diimbau agar memperhatikan pola makan anak, memastikan anak minum cukup air putih setiap hari, serta tidak menyepelekan gejala-gejala kecil yang muncul secara berulang.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Bila ditemukan gejala mencurigakan, segera konsultasi ke dokter,” pungkasnya.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira