JP Radar Kediri – Dalam keseharian, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Kondisi tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi, menyebabkan tubuh terasa lemas, hingga mengganggu fungsi organ vital.
Karena itulah, asupan cairan yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, terutama saat cuaca panas, setelah beraktivitas fisik, maupun ketika sedang dalam masa pemulihan dari sakit.
Di tengah banyaknya pilihan minuman yang tersedia, masyarakat kerap bertanya: manakah yang lebih dibutuhkan oleh tubuh agar tetap terhidrasi secara optimal? susu atau air putih?
Air putih telah lama dikenal sebagai sumber cairan utama bagi tubuh. Sifatnya yang netral, bebas kalori, tidak mengandung gula maupun zat tambahan membuatnya paling direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin.
Air berperan penting dalam hampir seluruh proses biologis dalam tubuh, mulai dari mengatur suhu tubuh, membantu pencernaan, melancarkan sirkulasi darah, hingga menjaga fungsi ginjal.
Tidak hanya itu, air juga membantu mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh, sekaligus membuang zat-zat sisa metabolisme melalui urine dan keringat.
Sementara itu, susu juga termasuk minuman yang mengandung banyak air. Bahkan sebagian besar komposisi susu adalah cairan, ditambah dengan berbagai nutrisi penting seperti protein, lemak, kalsium, serta vitamin A dan D.
Karena kandungan gizinya yang tinggi, susu sering kali dipandang sebagai minuman yang menyehatkan, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan dan orang dewasa yang memerlukan tambahan nutrisi.
Dalam konteks hidrasi, susu memang bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, efektivitasnya tetap tidak sebanding dengan air putih sebagai sumber utama cairan.
Konsumsi susu dalam jumlah berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping tertentu, seperti rasa begah, mual, bahkan gangguan pencernaan bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa.
Selain itu, kandungan kalori dan lemak dalam susu juga membuatnya tidak cocok dikonsumsi dalam jumlah besar untuk sekadar menghilangkan haus atau menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas fisik berat.
Berbeda dengan air putih, yang bisa dikonsumsi kapan saja tanpa batasan khusus, susu lebih tepat dikonsumsi pada waktu tertentu, seperti saat sarapan atau menjelang tidur, sebagai pelengkap gizi.
Dalam hal ini, air putih tetap menjadi cairan terbaik dan paling efisien dalam menjaga keseimbangan hidrasi tubuh.
Terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan atau rutin berolahraga, minum air secara cukup dan berkala menjadi kebutuhan mutlak yang tidak bisa digantikan dengan jenis minuman lain.
Kesimpulannya, meskipun susu memiliki manfaat gizi yang luar biasa, peran air putih dalam menjaga hidrasi tubuh tidak tergantikan.
Tubuh manusia membutuhkan cairan yang mudah diserap, tidak memberatkan sistem pencernaan, dan bisa dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa efek samping dan semua kriteria itu hanya bisa dipenuhi oleh air putih.
Maka dari itu, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan berfungsi optimal sepanjang hari, air putih harus tetap menjadi pilihan utama.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira