JP Radar Kediri – Nutrisi asam folat atau vitamin B9 adalah vitamin yang memiliki peran besar pada proses kehamilan. Dikutip dari Jurnal Sehat Masada, asam folat berperan sebagai pembentuk hemoglobin dan perkembangan janin.
Namun demikian, Satuan Tugas Pelayanan Prefentif Amerika Serikat menegaskan bahwa suplemen asam folat tak hanya untuk wanita hamil saja tapi diperlukan untuk seluruh wanita pada usia reproduktif.
Baca Juga: Teknik Duduk-Berjalan 2/20: Solusi Cegah Diabetes Akibat Duduk Terlalu Lama
“Jika perempuan sudah berpotensi hamil atau mungkin hamil, mereka sudah harus konsumsi asam folat, bahkan dari sebelum hamil, justru kalo minumnya dari hamil udah telat” ujar dr. Mesty Ariotedjo, SP.A, MPH dalam siaran youtube podcast #momscorner Nikita Willy.
Dokter specialis anak sekaligus cofounder Wecare.id tersebut juga menjelaskan bahwa konsumsi asam folat saat mulai hamil berpotensi kurang efektif dikarenakan saat wanita sudah mengetahui kehamilan, maka syaraf-syaraf sudah mulai terbentuk. Dan jika asam folatnya kurang, kemungkinan terjadi cacat dalam perkembangan bayi lebih besar.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat Buah Alpukat? Simak di Sini!
Dilansir dari Alodokter.com, tubuh memerlukan asam folat untuk memproduksi DNA. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, janin membutuhkan asupan asam folat yang dapat mendukung proses pembentukan jaringan dan organ tubuh janin serta mengurangi risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah atau cacat.
Bagi wanita usia reproduktif, manfaat asupan asam folat sebelum hamil adalah memelihara kesehatan ovarium, mendukung proses pembuahan, dan membantu pembentukan bakal janin. Dosis asam folat dalam sehari seorang wanita disarankan mengonsumsi asam folat 0,4 sampai 0,8 miligram.
Baca Juga: Kacang Almond, Kecil Tapi Kaya Manfaat Bisa Bantu Turunkan Kolesterol hingga Jaga Kesehatan Kulit
Berikut Makanan Sumber Asam Folat
- Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, sawi hijau, asparagus, selada, dan kubis brussel
- Buah-buahan, misalnya jeruk, alpukat, papaya, pisang, dan mangga
- Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang hijau, kacang polong, kacang tanah, kacang kedelai
- Biji-bijian, seperti gandum dan sereal
- Makanan laut
- Telur
- Hati ayam dan sapi
- Susu
Selain makanan di atas, kebutuhan nutrisi asam folat juga dapat ditemukan di beberapa suplemen makanan yakni folavicap, blackmores i-folic, folavit, dan folamil. Pastikan mengonsumsi asam folat sesuai dengan dosis harian yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat!
Editor : Jauhar Yohanis