JP Radar Kediri – Pernahkah kamu merasa tubuh seperti tiba-tiba jatuh dari tempat tinggi, padahal kamu sedang berbaring tenang di tempat tidur? Atau pernah tersentak kaget seolah tubuhmu terpelanting saat baru saja memejamkan mata?
Kalau pernah, tenang dulu. Fenomena itu ternyata umum terjadi dan dikenal dengan nama hypnic jerk atau sleep start.
Fenomena ini merupakan kejutan refleks yang terjadi saat tubuh berada di fase awal tidur. Biasanya, disertai sensasi seperti kehilangan keseimbangan, tersandung, bahkan terkadang diiringi oleh ilusi cahaya atau suara yang tidak nyata.
Sensasi itu bisa begitu kuat hingga membuat seseorang langsung terbangun, bahkan jantung ikut berdebar karena kaget.
Meskipun sering membuat khawatir, kondisi ini sebenarnya tergolong normal dan tidak berbahaya. Banyak orang mengalaminya tanpa menyadari, apalagi jika tubuh sedang dalam kondisi sangat lelah.
Secara ilmiah, hypnic jerk diduga terjadi karena otak dan tubuh tidak sepenuhnya “kompak” saat memasuki fase tidur. Otak mulai mematikan kesadaran, tetapi tubuh belum sepenuhnya rileks. Di sinilah muncul reaksi refleks yang menyebabkan otot tiba-tiba berkedut atau tubuh tersentak.
Beberapa pemicu yang paling umum antara lain:
- Kelelahan atau kurang tidur
- Stres dan pikiran yang gelisah
- Terlalu banyak konsumsi kafein
- Berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur
Faktor-faktor tersebut membuat sistem saraf menjadi lebih sensitif, sehingga ketika tubuh mulai terlelap, muncul reaksi kaget yang tak terkendali.
Dalam sebagian besar kasus, hypnic jerk tidak memerlukan perawatan medis khusus. Namun, jika frekuensinya sangat sering dan sampai mengganggu kualitas tidur setiap malam, bisa jadi itu pertanda bahwa tubuh sedang dalam kondisi tidak seimbang entah karena kelelahan kronis, stres berlebih, atau gangguan tidur lainnya.
Cara Mengurangi Hypnic Jerk
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi frekuensi hypnic jerk, antara lain:
- Atur jadwal tidur yang konsisten, termasuk waktu bangun
- Hindari minuman berkafein di malam hari
- Luangkan waktu untuk relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca, atau mendengarkan musik yang menenangkan
- Hindari aktivitas fisik berat mendekati waktu tidur
- Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang
Dengan pola hidup dan kebiasaan tidur yang lebih sehat, tubuh akan lebih siap untuk masuk ke fase istirahat tanpa gangguan.
Jadi, kalau kamu sering merasa seperti terjatuh saat baru tidur, itu bukan pertanda ada yang salah. Tubuhmu hanya sedang belajar menyesuaikan diri dengan proses tidur yang ideal.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira