Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kabar Gembira Bagi yang Alergi Kucing. Ini Cerita dari Ohio State University. Simak Baik-baik ya!

Jauhar Yohanis • Kamis, 15 Mei 2025 | 19:58 WIB

Selain Bisa Memijat, Beginilah Cara Kucing Menunjukkan Kasih Sayang kepada Manusia
Selain Bisa Memijat, Beginilah Cara Kucing Menunjukkan Kasih Sayang kepada Manusia

JP Radar Kediri- Sebelum membahas tentang alergi terhadap hewan piaraan, bainya kita tahu dulu apa itu alergi. 

Alergi merupakan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing atau biasa disebut alergen.

Meskipun alergen itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya. Maslahnya tubuh merespons secara ekstrem. Sehingga menimbulkan gejala-gejala yang tidak diinginkan. Alergi dapat menyerang siapa saja dan muncul dalam berbagai bentuk serta tingkat keparahan.

Bagaimana Alergi Bisa dari Keturunan

Sistem kekebalan tubuh kita dapat, kapan saja, mulai memproduksi antibodi yang dirancang khusus untuk mengenali dan bereaksi terhadap alergen tertentu. Proses ini disebut sensitisasi. Ketika seseorang yang telah mengalami sensitisasi terpapar kembali oleh alergen tersebut, tubuhnya akan mengenali dan menyerangnya, sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Baca Juga: 8 Hobi Unik Kucing yang Bikin Kamu Makin Yakin untuk Memeliharanya di Rumah Atau Bahkan Sebaliknya

Meskipun siapa pun bisa mengembangkan alergi kapan saja, faktor keturunan juga memainkan peran penting. Seseorang tidak mewarisi alergi terhadap alergen tertentu, tetapi risiko untuk mengalami alergi meningkat bila ada anggota keluarga lain yang juga menderita alergi.

Apa Itu Alergen?

Sebagian besar alergen berupa protein. Alergen dapat berasal dari berbagai sumber, baik makanan seperti kacang tanah, kacang pohon, susu, telur, buah, ikan, dan makanan laut, maupun non-makanan seperti serbuk sari, spora jamur, tungau debu, kecoak, lateks, racun serangga (misalnya sengatan lebah), obat-obatan (seperti penisilin), atau hewan.

Alergen dari hewan umumnya terdapat pada urin, air liur, kulit, dan kotorannya. Alergen ini bisa menempel pada rambut dan serpihan kulit (dander) yang sangat ringan.

Sehingga dapat melayang di udara untuk waktu yang lama dan akhirnya menetap di karpet, tempat tidur, furnitur, dan permukaan lain di rumah. Bahkan, manusia dapat membawa alergen hewan pada rambut dan pakaian mereka.

Baca Juga: Arti di Balik Posisi Tidur Kucing, Panduan Memahami Bahasa Tubuhnya

Seberapa Umum Alergi terhadap Hewan Peliharaan?

Diperkirakan sekitar 30 hingga 40 persen populasi dunia mengalami satu atau lebih gangguan alergi. Prevalensinya terus meningkat secara global.

Di Amerika Serikat, alergi menempati peringkat kelima sebagai penyebab penyakit kronis. Sementara asma—yang sering dipicu oleh alergi—menjadi penyakit kronis ketiga paling umum pada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, alergi terhadap hewan peliharaan sangat umum dan memengaruhi jutaan warga Amerika.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Daging Salmon pada Tubuh, Nomer 3 Jarang Diketahui

Sekitar 15 hingga 30 persen penderita alergi mengalami reaksi terhadap kucing atau anjing, dengan alergi terhadap kucing dua kali lebih umum dibandingkan dengan anjing.

Apa Saja Gejala Alergi terhadap Hewan Peliharaan?

Banyak orang keliru mengira bahwa nyeri tubuh atau demam adalah bagian dari reaksi alergi terhadap hewan peliharaan.

Padahal, gejala yang umum biasanya menyerang hidung, mata, kulit, dan saluran pernapasan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, menyebabkan gangguan tidur, serta berkurangnya energi.

Gejala pada hidung dan mata meliputi :

Gejala pada kulit :

Gejala pada saluran pernapasan (bila dipicu bronkitis alergi atau asma) :

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ternyata Air Putih dan Air Mineral Punya Perbedaan Penting!

Dalam kasus yang sangat parah, reaksi alergi bisa berkembang menjadi anafilaksis, yakni kondisi gawat darurat yang ditandai dengan gatal hebat, biduran, pembengkakan, gangguan pernapasan, syok, bahkan kematian.

Umumnya, gejala akan semakin parah jika seseorang terpapar alergen dalam jumlah besar atau beberapa jenis alergen sekaligus. Oleh karena itu, mengurangi paparan terhadap alergen dapat membantu menurunkan intensitas gejala.

Apakah Penderita Alergi Masih Bisa Memelihara Hewan?

Kabar baiknya, banyak penderita alergi masih bisa tetap memelihara hewan kesayangan mereka.

Hal ini dapat dicapai melalui strategi pengurangan paparan alergen dan/atau pengobatan gejala alergi. Pendekatan ini memungkinkan banyak orang untuk tetap hidup berdampingan dengan hewan peliharaan mereka.

Baca Juga: Terungkap! Inilah Efek Jika Makan Telur Setiap Hari

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengira Mengalami Alergi terhadap Hewan?

Meskipun gejalanya mungkin terlihat jelas, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa penyebabnya benar-benar alergi terhadap hewan peliharaan.

Diagnosis yang tepat memungkinkan strategi pencegahan dan pengelolaan alergi dilakukan secara efektif dan sesuai sasaran.

Editor : Jauhar Yohanis
#alergen #alergi kucing #gejala #asma