Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gelombang Panas Ternyata Bisa Sebabkan Asma, Berikut Penjelasannya

Internship Radar Kediri • Selasa, 13 Mei 2025 | 06:45 WIB
Gelombang Panas Ternyata Bisa Sebabkan Asma, Berikut Penjelasannya
Gelombang Panas Ternyata Bisa Sebabkan Asma, Berikut Penjelasannya

JP Radar Kediri- Perubahan iklim global membawa berbagai dampak nyata terhadap kesehatan manusia.

Salah satu dampak yang semakin sering dirasakan adalah gelombang panas ekstrem.

Di banyak negara, suhu udara melonjak jauh di atas normal selama musim panas, menciptakan kondisi yang tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.

Salah satu dampak kesehatan yang jarang disadari adalah keterkaitan antara gelombang panas dan peningkatan risiko serangan asma.

Gelombang panas dapat memperburuk kondisi udara secara signifikan.

Udara panas mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan ozon permukaan, salah satu komponen utama polusi udara. Kadar ozon yang tinggi di permukaan bumi bisa sangat berbahaya bagi saluran pernapasan.

Saat terhirup, ozon dapat menyebabkan iritasi, peradangan, serta menyempitkan saluran napas sebuah kondisi yang sangat berisiko bagi penderita asma.

Selain itu, suhu tinggi juga bisa memicu peningkatan kadar partikel polutan di udara seperti debu, asap kendaraan, dan serbuk sari (pollen).

Semua partikel ini dikenal sebagai pemicu asma. Dalam kondisi panas yang ekstrem, udara menjadi lebih kering dan stagnan, sehingga polutan tersebut cenderung "terperangkap" di atmosfer dekat permukaan tanah, membuat kualitas udara semakin memburuk.

Bagi seseorang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan lainnya, paparan ini bisa menyebabkan serangan mendadak, sesak napas, dan bahkan memerlukan penanganan medis darurat.

Gelombang panas juga menyebabkan stres fisiologis pada tubuh. Ketika suhu tubuh meningkat, sistem pernapasan bekerja lebih keras untuk mengatur suhu internal.

Pada orang yang sudah memiliki masalah pernapasan, beban ini bisa memicu gejala asma atau memperparah kondisi yang sudah ada.

Anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit kronis adalah kelompok yang paling rentan.

Selain faktor lingkungan dan fisik, aspek sosial dan ekonomi juga berperan.

Tidak semua orang memiliki akses ke pendingin ruangan atau ventilasi yang baik saat cuaca ekstrem.

Ruang tertutup yang panas dan pengap dapat memperburuk kondisi penderita asma, terutama di daerah padat penduduk atau dengan infrastruktur yang kurang memadai.

Untuk mengurangi risiko, penting bagi penderita asma dan masyarakat umum untuk tetap memantau indeks kualitas udara (AQI) dan memperhatikan peringatan gelombang panas dari otoritas setempat.

Menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu sangat tinggi, menggunakan masker saat kualitas udara buruk, serta menjaga kelembapan udara di dalam ruangan dengan bantuan humidifier adalah beberapa langkah yang dapat membantu.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#gelombag panas #penjelasan #asma #kesehatan #Sebabkan