JP Radar Kediri- Hari Kanker Ovarium Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei, peringatan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2013 oleh kumpulan organisasi advokasi kanker ovarium dari berbagai negara.
Dalam sejarahnya, tujuan utama diperingati hari tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat terhadap penyakit kanker ovarium yang sering disebut “silent killer” karena sulit dideteksi dan tidak memiliki gejala spesifik.
Lalu penyakit seperti apakah kanker ovarium itu? dan bagaimana cara pencegahannya?
Penyebab Kanker Ovarium
Kanker Ovarium adalah pertumbuhan sel abnormal di ovarium, organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.
Kanker ini adalah kanker yang sering terjadi pada wanita, khususnya setelah masa menopause. Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel abnormal di ovarium tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor.
Hingga saat ini penyebab kanker ovarium masih belum diketahui secara pasti, namun seorang wanita usia di atas 50 tahun, merokok, dan memiliki keturunan kanker ovarium dengan keluarga dapat meningkatkan resiko penderita kanker ovarium.
Baca Juga: Solusi Perawatan Kulit Sensitif dengan Bahan Alami: Panduan Praktis untuk Merawat Kulit Lebih Sehat
Gejala-gejala
Gejala yang terjadi pada penderita kanker ovarium tidak spesifik dan mirip dengan gejala penyakit lain, oleh karena itu kanker ovarium sering terdeteksi ketika sudah berada di stadium lanjut.
Berikut adalah beberapa gejala yang sering terjadi pada penderita kanker ovarium.
- Perut kembung
- Nyeri perut dan panggul
- Cepat merasa kenyang
- buang air kecil lebih sering
- Mual
- Sembelit
- Perut membengkak
- Turunnya berat badan
- Keluar darah dari vagina
- Perubahan siklus menstruasi
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala-gejala di atas selama lebih dari dua minggu.
Baca Juga: 3 Manfaat Olahraga Renang bagi Kesehatan
Cara Pencegahan
Pencegahan terhadap kanker ovarium tidak dapat dilakukan secara mutlak, namun resiko dapat dikurangi dengan melakukan hal-hal berikut
Menggunakan pil KB
Penggunaan pil KB selama beberapa tahun terbukti dapat menurunkan resiko kanker ovarium, efek protektif yang dihasilkan pil KB dapat bertahan selama bertahun-tahun setelah penggunaan dihentikan
Pembedahan reproduktif
Prosedur seperti ligasi tuba (sterilisasi) atau pengangkatan ovarium dan tuba falopi pada wanita dengan risiko tinggi dapat secara drastis mengurangi risiko.
Gaya hidup sehat
Gaya hidup sehat dapat diterapkan secara mandiri untuk mengurangi terkena kanker secara umum, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok.
Pemeriksaan genetik dan konseling
Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker ovarium atau kanker payudara, dapat melakukan tes genetik untuk mendeteksi apakah ada mutasi BRCA1 atau BRCA2 (gen penekan tumor yang memainkan peran penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker) bisa membantu menentukan risiko dan langkah pencegahan (***)
Editor : Jauhar Yohanis