Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Memperingati Hari Kanker Ovarium Sedunia, Bagaimana Gejala dan Cara Pencegahannya?

Diana Yunita Sari • Jumat, 9 Mei 2025 | 16:39 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri- Hari Kanker Ovarium Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei, peringatan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2013 oleh kumpulan organisasi  advokasi kanker ovarium dari berbagai negara.

Dalam sejarahnya, tujuan utama diperingati hari tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat terhadap penyakit kanker ovarium yang sering disebut “silent killer” karena sulit dideteksi dan tidak memiliki gejala spesifik.

Lalu penyakit seperti apakah kanker ovarium itu? dan bagaimana cara pencegahannya? 

Penyebab Kanker Ovarium 

Kanker Ovarium adalah pertumbuhan sel abnormal di ovarium, organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.

Kanker ini adalah kanker yang sering terjadi pada wanita, khususnya setelah masa menopause. Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel abnormal di ovarium tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor.

Hingga saat ini penyebab kanker ovarium masih belum diketahui secara pasti, namun seorang wanita usia di atas 50 tahun, merokok, dan memiliki keturunan kanker ovarium dengan keluarga dapat meningkatkan resiko penderita kanker ovarium. 

Baca Juga: Solusi Perawatan Kulit Sensitif dengan Bahan Alami: Panduan Praktis untuk Merawat Kulit Lebih Sehat

Gejala-gejala 

Gejala yang terjadi pada penderita kanker ovarium tidak spesifik dan mirip dengan gejala penyakit lain, oleh karena itu kanker ovarium sering terdeteksi ketika sudah berada di stadium lanjut.

Berikut adalah beberapa gejala yang sering terjadi pada penderita kanker ovarium.

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala-gejala di atas selama lebih dari dua minggu. 

Baca Juga: 3 Manfaat Olahraga Renang bagi Kesehatan

Cara Pencegahan

Pencegahan terhadap kanker ovarium tidak dapat dilakukan secara mutlak, namun resiko dapat dikurangi dengan melakukan hal-hal berikut

Menggunakan pil KB

Penggunaan pil KB selama beberapa tahun terbukti dapat menurunkan resiko kanker ovarium, efek protektif yang dihasilkan pil KB dapat bertahan selama bertahun-tahun setelah penggunaan dihentikan

Pembedahan reproduktif

Prosedur seperti ligasi tuba (sterilisasi) atau pengangkatan ovarium dan tuba falopi  pada wanita dengan risiko tinggi dapat secara drastis mengurangi risiko.

Gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat dapat diterapkan secara mandiri untuk mengurangi terkena kanker secara umum, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok. 

Pemeriksaan genetik dan konseling

Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker ovarium atau kanker payudara, dapat melakukan tes genetik untuk mendeteksi apakah ada mutasi BRCA1 atau BRCA2 (gen penekan tumor yang memainkan peran penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker) bisa membantu menentukan risiko dan langkah pencegahan (***)

Editor : Jauhar Yohanis
#kanker ovarium #kanker #life style