Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ketika Gigi Menjadi Simbol Kecantikan dan Kesehatan, Ini yang Perlu Dilakukan

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 3 Mei 2025 | 04:31 WIB

 

PERIKSA GIGI: drg Ratna sedang melakukan perawatan gigi.
PERIKSA GIGI: drg Ratna sedang melakukan perawatan gigi.

JP Radar Kediri-Kecantikan tidak melulu soal make-up wajah, perawatan kulit, dan memelihara rambut. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah merawat gigi. Sejauh ini, gigi telah menjadi simbol kecantikan dan kesehatan. 

Hal itu diungkapkan Kepala UPTD Puskesmas Tiron Kecamatan Banyakan Yermiastutik Ratna Febrianingrum. Meski sudah tidak muda lagi, perempuan 58 tahun itu yang punya gigi rapi dan putih itu tampil menarik. Senyumnya membawa kesan positif. 

Baca Juga: Jalan, Jogging, atau Lari, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Tidak heran jika Ratna selalu tampil percaya diri. Bahkan nenek dua cucu itu tampak sehat meski punya banyak aktivitas. “Setiap enam bulan sekali saya rutin mengecek kondisi gigi,” ungkap Ratna yang juga seorang dokter gigi. 

Baginya perawatan gigi itu penting. Hal paling sederhana dilakukan adalah menggosok gigi sebanyak 3 kali dalam sehari. “Gosok gigi ini baik dilakukan sesudah sarapan. Dan sebelum melaksanakan tidur malam,” imbuhnya.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Rabies adalah Penyakit Paling Mematikan di Dunia

Gosok gigi menjadi kunci paling utama menjaga kesehatan gigi. Terutama dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Itu karena mampu membantu mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan gusi.

“Kerusakan gigi berlubang ini menjadi masalah yang fatal. Sebab, semakin luas lubangnya tidak bisa ditambal. Dan harus ada perawatan saluran akar terlebih dahulu,” jelas nenek dua cucu itu.

Baca Juga: Waspada! Begini Ciri Maag yang Diam-Diam Sudah Berubah Jadi GERD

Menurutnya, aktivitas gosok gigi ini harus dilakukan sejak usia anak-anak. Karena kebiasaan tersebut mampu menjaga gigi tampak bersih dan sehat.

Setiap 6 bulan sekali, dia juga meluangkan waktu untuk melakukan scalling. Yaitu membersihkan atau menghilangkan plak dan karang gigi. Karang ini bisa terbentuk dari plak yang mengeras di permukaan gigi. Hasil dari sisa makanan, bakteri, dan protein ludah.

Baca Juga: Musim Kemarau Datang, Apa Saja yang Harus Dilakukan Agar Badan Tetap Fit?

Scalling perlu dilakukan untuk menjaga gigi agar awet hingga tua. Kalau bisa jangan sampai menggunakan gigi palsu,” tuturnya.

Meski sudah tidak muda, Ratna memiliki kondisi gigi yang rapi dan bersih. Bahkan dia jarang merasakan sakit gigi yang umum dirasakan oleh usia lansia.

Baca Juga: Batuk Tak Sembuh-Sembuh? Ini Penyebab yang Mungkin Tak Kamu Sadari

Selain aktif merawat secara fisik, dia juga menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut. Seperti mengutamakan yang mengandung kalsium, vitamin A, dan vitamin C.

“Makanan yang mampu merangsang keluarnya air liur itu juga bagus. Untuk pembersihan gigi secara alami,” ungkapnya.

Baca Juga: Jangan Remehkan Begadang, Ini Dampak Seriusnya untuk Kinerja Otak

Tidak hanya itu, dia juga mengurangi makanan atau minuman dengan kandungan asam dan manis. Serta menggunakan obat kumur untuk membersihkan secara berkala. 

“Kalau obat kumur ini digunakan secara opsional saja,” tandasnya.

Terakhir, yang paling penting adalah banyak minum air putih. Dan hindari membersihkan sisa makanan dengan tusuk gigi. “Lebih dianjurkan menggunakan benang agar sela-sela gigi tidak bertambah lebar,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 



Editor : rekian
#UPTD Puskesmas #kesehatan gigi #gosok gigi #perawatan gigi #kecantikan #gigi #kesehatan