JP Radar Kediri - Rabies adalah salah satu penyakit zoonosis paling mematikan yang pernah dikenal manusia.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat, dan ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan.
Meskipun sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, rabies tetap menjadi ancaman serius hingga kini, terutama di wilayah-wilayah dengan akses kesehatan yang terbatas.
Salah satu alasan utama mengapa rabies dianggap sangat berbahaya adalah karena tingkat kematiannya yang mendekati 100% setelah gejala klinis muncul.
Ini berarti bahwa setelah seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda rabies seperti demam, kesemutan di area gigitan, kecemasan, halusinasi, kejang, hingga hidrofobia (takut air), hampir tidak ada lagi pengobatan yang efektif.
Dalam banyak kasus, pasien hanya bisa diberikan perawatan paliatif hingga meninggal dunia.
Fakta ini menjadikan rabies sebagai salah satu penyakit dengan tingkat fatalitas tertinggi di dunia.
Bahaya rabies juga terletak pada sifatnya yang "diam".
Masa inkubasi virus rabies dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan tanpa menunjukkan gejala.
Ini menyebabkan banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi, dan tidak segera mencari pengobatan.
Padahal, satu-satunya cara efektif untuk mencegah rabies setelah tergigit adalah dengan segera mendapatkan vaksinasi pasca-paparan.
Keterlambatan dalam penanganan dapat berakibat fatal.
Penyakit ini juga menjadi ancaman karena masih banyak negara, terutama di wilayah Asia dan Afrika, yang belum memiliki sistem pengendalian rabies yang baik.
Anjing liar yang tidak divaksin menjadi sumber penularan utama, dan edukasi masyarakat tentang pencegahan rabies sering kali masih minim.
Banyak orang yang tidak tahu pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, atau mengabaikan gigitan ringan dari hewan karena dianggap tidak berbahaya.
Meskipun teknologi medis telah berkembang pesat, tantangan dalam memberantas rabies tetap besar.
Akses terhadap vaksin rabies tidak merata, terutama di daerah pedesaan.
Biaya pengobatan yang mahal, distribusi vaksin yang terbatas, serta kurangnya tenaga medis terlatih menjadi hambatan besar dalam pencegahan penyakit ini.
Selain itu, stigma dan kepercayaan masyarakat yang keliru terhadap penyakit dan pengobatannya juga memperparah situasi.
Karena tingkat kematian yang hampir pasti, kurangnya kesadaran masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap vaksinasi dan pengobatan, rabies pantas dianggap sebagai salah satu penyakit paling berbahaya di dunia.
Upaya global untuk mengendalikan rabies terus dilakukan, mulai dari kampanye vaksinasi hewan hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
Namun, hingga penyakit ini benar-benar bisa diberantas, rabies tetap menjadi momok yang menakutkan di dunia kesehatan.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira