JP Radar Kediri - Tingginya ancaman kanker serviks menjadi perhatian besar pemerintah. Di Kota Kediri, selama 2022 tercatat ada 47 kasus. Meningkat setahun kemudian menjadi 57 kasus.
Tapi, tengaranya, jumlah kasusnya lebih tinggi dari yang tercatat. Sebab, tak jarang penderitanya langsung berobat ke layanan kesehatan yang berada di luar kota.
Tentu, Pemkot Kediri tak tinggal diam. Mereka berupaya menurunkan angka kasusnya. Salah satunya dengan upaya pencegahan.
Menebar vaksin Human papillomavirus (HPV) ke remaja putri usia belasan tahun yang ada di sekolah-sekolah.
“Sebetulnya imunisasi HPV ini bisa sampai usia 40 tahun. Tapi yang lebih diutamakan dan hasilnya lebih efektif itu pada remaja. Sebelum dia melakukan hubungan seksual,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri Mubasysyir melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( Kabid P2P) Hendik Suprianto.
Awal tahun ini, dinkes menyalurkan vaksin HPV untuk 3.475 sasaran. Mencakup pelajar di sekolah formal dan non-formal, seperti pondok pesantren.
Logistik vaksin pun disalurkan ke ribuan penerima. Utamanya perempuan usia remaja di SMP dan pondok pesantren.
Hendik mencontohkan, salah satu penerima vaksinasi itu adalah siswi-siswi di SMP Negeri 6 Kota Kediri. Sebanyak 181 siswa mendapat suntikan vaksin HPV pada 14 Januari lalu.
Tahun ini, pihaknya melakukan perluasan sasaran dengan menjangkau remaja putri yang duduk di kelas IX SMP.
Data yang dihimpun koran ini, vaksinasi HPV di Kota Kediri mulai dilaksanakan sejak 2022 lalu. Diawali dengan sasaran siswa kelas V SD sebanyak 2.590 orang.
Kemudian pada 2023, jumlah vaksin HPV yang didistribusikan mencapai 5.055. Menyasar siswa kelas V dan VI SD.
Lalu, jumlah penerimanya sempat turun pada 2024 dengan hanya 4.805 orang. Sasarannya sama, siswa kelas V dan VI sekolah dasar.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 8 Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Ibu Hamil
Meski sifatnya sebagai pencegahan, Hendik mengakui masih banyak masyarakat yang menunjukkan penolakan terhadap vaksinasi HPV.
Umumnya disebabkan pemahaman masyarakat yang masih kurang terkait penyakit kanker serviks dan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan.
“Mungkin kurang sosialisasi terkait dengan manfaat dan sebagainya. Dari pemerintah sendiri juga sudah merekomendasikan bahwa vaksin ini sudah melalui uji dan sebagainya,” ungkap Hendik. (ayu isma/fud)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira