JP Radar Kediri - Intermittent Fasting adalah salah satu metode diet yang akhir-akhir ini seringkali diperbincangkan karena diklaim ampuh menurunkan berat badan tanpa perlu menghitung setiap kalori yang masuk.
Banyak orang telah merasakan manfaatnya, mulai dari berat badan yang turun drastis hingga tubuh yang terasa lebih bugar. Tapi, apakah benar Intermittent Fasting adalah solusi terbaik untuk mereka yang selalu gagal diet?
Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent Fasting merupakan salah satu metode diet dengan cara mengatur waktu pada makan dengan berpuasa selama waktu yang telah ditentukan.
Biasanya selama 16 jam untuk berpuasa dan 8 jam untuk makan, namun waktunya bebas, atau dengan 5:2 yaitu makan normal selama 5 hari lalui membatasi kalori hingga 500-600 kalori selama 2 hari.
Yang terakhir adalah OMAD atau one meal a day dengan hanya makan sekali sehari dalam satu waktu makan besar.
Baca Juga: Tips Makan Sehat agar BB Aman Meski Dipenuhi Opor dan Rendang saat Lebaran
Metode ini dinilai lebih fleksibel dibandingkan diet lain karena tidak melarang jenis makanan tertentu, tapi, tetap disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat agar hasilnya maksimal.
Intermittent Fasting vs Lemak
Menurut berbagai penelitian, Intermittent Fasting bukan sekadar tren diet biasa. Studi menunjukkan bahwa Intermittent Fasting dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara signifikan.
Menurut penelitian dari New England Journal of Medicine (2019) menemukan bahwa Intermittent Fasting membantu tubuh membakar lebih banyak lemak dan meningkatkan metabolisme.
Selain itu ada juga sebuah studi di University of Illinois (2020) melaporkan bahwa Intermittent Fasting dapat menurunkan berat badan hingga 8% dalam waktu 12 minggu tanpa perlu menghitung kalori secara ketat.
Dari data diatas sudah jelas bahwa Intermittent Fasting sangat ampuh untuk mengurangi lemak kamu, apalagi jenis diet ini sangat mudah dilakukan oleh pemula diet sekalipun.
selain untuk membakar lemak Intermittent Fasting juga bermanfaat untuk menstabilkan gula darah dengan mengurangi resistensi insulin dan meningkatkan metabolisme.
Jadi, apakah Intermittent Fasting cocok untuk digunakan? Jika kamu sering gagal diet karena sulit menghitung kalori atau merasa diet terlalu ketat, Intermittent Fasting bisa jadi solusi terbaik.
Selain fleksibel, metode ini juga terbukti efektif dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.
Namun, perlu diingat bahwa kunci keberhasilan Intermittent Fasting adalah disiplin dan pola makan yang tetap sehat, jika ingin mencoba, pastikan kamu tetap memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira