JP Radar Kediri - Penyakit mental tidaklah muncul secara tiba-tiba. Kita dapat mengidentifikasi melalui beberapa tanda atau gejala sebelum memutuskan bertemu dengan profesional untuk penanganan lebih lanjut.
Kesehatan mental mungkin tidak terlalu diperhatikan pada zaman dahulu. Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, masyarakat mulai aware terhadap kondisi mental mereka.
Self harm dilakukan oleh pelaku agar rasa sakit yang ada di emosinya dapat tersalurkan melalui sakit fisik atau apapun sesuatu yang berada di luar jiwa mereka. Pelaku self harm akan merasa lebih tenang karena rasa sakit tersebut lebih nyata. Mereka lebih memilih untuk mengakhiri keresahan hati dengan menyakiti diri sendiri di kenyataan secara berulang kali.
Self harm bisa dikatakan sebagai bentuk pelarian dari seseorang yang mengalami masalah emosi atau batin.
Ketika mereka tidak bisa mengelola masalah tersebut dengan benar, hal tersebut berdampak pada kejiwaan dan aktivitas sehari-hari. Agar hal-hal yang mengganggu itu berhenti, maka menyilet tangan, membenturkan kepala, bahkan mencabut rambut dilakukan agar pikiran berisik dapat berhenti, dan beralih menjadi sesuatu yang lain.
Maka dari itu, penting untuk mengenali gejala tersebut agar tidak menjadi rutinitas.
Berikut beberapa contoh self harm yang jika telah disadari sudah menjadi kebiasaan, diharap untuk perlahan berhenti atau mencari bantuan dari orang lain.
Beberapa Macam Self Harm
- Menggaruk Kulit Sampai Berdarah
- Mengelupas dan Menggigit Kulit Bibir
- Silet Tangan
- Mencabut Rambut
- Makan Berlebihan
- Membenturkan Kepala ke Dinding
- Melemparkan Segala Macam Barang
- Mengacaukan Isi Ruangan
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira