Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hati-hati Makan Daging Kambing terlalu Banyak saat Lebaran Bikin Darah Tinggi, Simak Penjelasannya

Redaksi Radar Kediri • Senin, 31 Maret 2025 | 17:30 WIB
Sate daging kambing
Sate daging kambing

JP Radar Kediri - Banyak orang sering menganggap bahwa daging kambing sebagai penyebab darah tinggi atau hipertensi. Karena itu banyak yang menghindari memakannya karena takut darahnya melonjak setelah mengkonsumsinya. Namun apakah benar fakta atau hanya mitos masyarakat saja? mari kita ulas.

 

Kandungan Gizi Daging Kambing

Dalam 100 gram daging kambing terdapat banyak sekali kandungan gizinya, antara lain : 

Energi Total 143 kcal

Energi dari Lemak 35.1 kcal 

Lemak Total 3.9 g 

Lemak Jenuh 1.4 g 

Lemak Trans 0.0 g  

Kolesterol 75 mg 

Protein 23 g 

Karbohidrat Total 0.0 g 

Serat Pangan 0.0 g 

Gula 0.0 g 

Natrium 82 mg 

Kalium 385 mg 

Zat Besi 2.7 mg 

Vitamin B12 1.8 mg 

Seng 3.8 mg 

Fosfor 179 mg 

Niasin (Vitamin B3) 4.4 mg 

Riboflavin (Vitamin B2) 0.3 mg 

 

Fakta mengejutkannya bahwa kandungan lemak dan kolesterol dari daging kambing lebih rendah dibandingkan daging sapi dan daging ayam. Merujuk pada studi dari Journal of Nutritional Science (2019) bahkan menunjukkan bahwa daging kambing mengandung lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya.

 

 

Daging Kambing Bikin Hipertensi?

Tidak ada bukti ilmiah yang secara langsung membuktikan bahwa daging kambing menyebabkan hipertensi. 

Dijelaskan juga oleh dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang sering disapa cipeng pada podcast yang berjudul “BONGKAR LAGI MITOS DAN FAKTA KESEHATAN BIAR GA SALAH PAHAM!” di kanal youtube Tirta PengPengPeng yang tayang pada 27 November 2023. 

“Daging kambing adalah salah satu komponen daging merah yang justru bisa menekan angka kolesterol, loh tapi kok bisa orang-orang yang makan jadi naik atau lehernya tegang atau tensinya tinggi, itu dikarenakan masak kambingnya pake komponen bumbu garam dan kecap yang sangat berlebihan,” ujarnya.

Ada beberapa faktor yang membuat konsumsi daging kambing sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi :

 

 

 

Daging kambing yang dimasak dengan banyak minyak, santan, atau garam berlebih (seperti gulai, tongseng, atau sate berbumbu kental) bisa meningkatkan risiko hipertensi. 

Faktanya, kandungan garam dan lemak jenuh dari masakan lebih berisiko meningkatkan tekanan darah dibandingkan daging kambing itu sendiri.

 

Baca Juga: Hipertensi Bisa Picu Stroke

 

Daging kambing dapat meningkatkan suhu tubuh setelah dikonsumsi, yang membuat tubuh terasa hangat dan wajah memerah. Banyak orang mengira ini sebagai tanda tekanan darah naik, padahal ini hanya efek termogenesis atau peningkatan suhu tubuh sementara.

Makan daging kambing dalam jumlah besar bisa meningkatkan kadar lemak dalam darah, yang dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada hipertensi dan penyakit jantung. 

Pada American Journal of Clinical Nutrition (2017) menyebutkan bahwa konsumsi daging merah berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi garam dan lemak jenuh.

Baca Juga: Warga Kediri Harus tau, Inilah Cara Makan Gorengan Tanpa Khawatir Kolesterol

 

Daging kambing tidak secara langsung menyebabkan hipertensi, tetapi cara memasak dan pola konsumsi yang tidak sehat bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dengan cara yang sehat, daging kambing tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.

Jadi, tidak perlu takut makan daging kambing, asal tidak berlebihan dan tetap menjaga pola makan sehat.

 

Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kolesterol #hipertensi #daging kambing #sate kambing