Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Olahraga dalam Kondisi Perut Kosong Tidak Efektif Bakar Lemak, Kok Bisa?

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 30 Maret 2025 | 15:00 WIB
Olahraga
Olahraga

JP Radar Kediri - Olahraga dengan perut kosong atau fasted cardio sering dilakukan oleh banyak orang, karena percaya lebih efektif untuk membakar lemak pada tubuh. Namun, apakah ini benar? simak penjelasan berikut ini.

Fasted cardio adalah olahraga yang dilakukan dengan keadaan perut sedang kosong, pada hari biasa, ini biasanya dilakukan saat sebelum sarapan dan jika saat berpuasa biasa dilakukan saat sebelum sahur atau berbuka.

Konsep fasted cardio dengan menggunakan lemak sebagai sumber energi tubuh.

 

Fasted Cardio Efektif Membakar Lemak ?

Menurut studi dari British Journal of Nutrition (2013) menemukan bahwa orang yang melakukan kardio dalam keadaan puasa membakar 20% lebih banyak lemak dibandingkan mereka yang makan sebelum olahraga. 

 

Baca Juga: Olahraga Rutin Ternyata Tidak Bikin Kurus, Inilah Fakta dan Cara Efektif Bakar Lemak

 

Selain itu juga dari penelitian Journal of the International Society of Sports Nutrition (2016) menyebutkan bahwa perbedaan pembakaran lemak dalam jangka panjang tidak signifikan, karena tubuh akan tetap menyesuaikan metabolisme sepanjang hari.

Jadi fasted cardio efektif membakar lemak tubuh dibandingkan olahraga setelah makan.

 

Kekurangan Fasted Cardio

Fasted cardio juga memiliki kekurangan saat kamu melakukannya, antara lain : 

Jika dilakukan terlalu sering atau dalam durasi lama, tubuh bisa mulai membakar protein dari otot sebagai energi.

 

 

Tanpa asupan energi sebelum olahraga, tubuh bisa terasa lebih lemas dan sulit melakukan latihan intensitas tinggi.

Pada beberapa orang, olahraga dengan perut kosong bisa berisiko hipoglikemia yang menyebabkan pusing, lemas, atau bahkan pingsan.

 

 

Fasted cardio bisa membantu membakar lebih banyak lemak saat latihan, tetapi tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang. Yang terpenting adalah konsistensi olahraga dan pola makan sehat secara keseluruhan.

 

Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#olahraga #lari saat puasa #perut kosong