JP Radar Kediri - Rasa kantuk sehabis sahur seringkali memang tidak tertahankan untuk sebagian orang, godaan untuk kembali tidur begitu besar, apalagi jika masih pagi buta.
Namun, banyak yang mengatakan bahwa tidur setelah sahur bisa menyebabkan kegemukan. Apakah ini benar adanya, atau hanya mitos belaka? simak penjelasannya!
Apa yang Terjadi Saat Tidur Setelah Makan?
Ketika kita makan, tubuh mulai bekerja untuk mencerna makanan dan dalam proses ini memerlukan waktu dan energi, lalu jika kita langsung tidur setelah sahur, sistem pencernaan menjadi lebih lambat karena tubuh berada dalam kondisi istirahat.
Akibatnya, makanan yang seharusnya diolah menjadi energi justru lebih mudah disimpan sebagai lemak, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Akan tetapi jangan terlalu khawatir, kegemukan terjadi hanya karena sekali dua kali, namun karena siklus proses dalam sehari penuh yang diulang setiap hari menjadi habits ketika dibandingkan jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada aktivitas untuk keluar, bisa berpotensi menaikan berat badan.
Baca Juga: Awas! Bahaya Ini yang Bakal Mengintai Tubuhmu jika Minum Obat tanpa Air Putih
Tapi, tidur setelah makan dapat memicu gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung, yang menyebabkan rasa tidak nyaman seperti perut kembung, nyeri ulu hati, hingga mual.
Menambahkan dari dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang sering disapa cipeng pada podcast yang berjudul “#suaratirta NGABUBURIT DITEMENIN MITOS & FAKTA KESEHATAN SPESIAL RAMADAN! Pt.3” di kanal youtube Tirta PengPengPeng yang tayang pada Jumat (21/3).
“Tidur habis sahur meningkatkan potensi resiko berantakannya ritme sirkadian, kalian sudah bangun ketika sahur, sholat subuh terus abis itu kalian tidur lagi, otomatis tubuh tuh bingung, ini tuh tidur di fase apa,”
Dilansir dari id.wikipedia.org, ritme sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.
Jadi secara alami tubuh sudah mengatur jam untuk tidur dan bangun selama 24 jam, bila ritme sirkadian terganggu, tubuh bisa mengalami berbagai dampak negatif, baik secara fisik maupun mental.
Tidur Setelah Sahur Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?
Tidur setelah sahur tidak serta-merta menyebabkan kegemukan namun kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh pola makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi dibandingkan dengan kebiasaan tidur setelah makan.
Jika seseorang mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak saat sahur, lalu tidak banyak beraktivitas sepanjang hari, maka kemungkinan berat badan bertambah akan lebih besar.
Sebaliknya, jika jumlah kalori yang dikonsumsi masih dalam batas kebutuhan harian dan diimbangi dengan aktivitas fisik, tidur setelah sahur tidak akan langsung membuat seseorang menjadi gemuk.
Pada intinya tidur setelah sahur tidak akan langsung membuat gemuk, tetapi kebiasaan ini bisa memperlambat pencernaan dan menyebabkan ketidaknyamanan pada lambung.
Yang paling penting adalah menjaga pola makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi agar tetap seimbang.
Baca Juga: Kopi Americano bisa Bikin Berat Badan Turun, Kok Bisa? Simak Penjelasannya
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira