Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada Penyakit Lambung ketika Berpuasa, Ada 13 Kasus di Ngasem Kediri

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 21 Maret 2025 | 16:04 WIB

 

ILUSTRASI: Sakit pada lambung.
ILUSTRASI: Sakit pada lambung.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Penyakit lambung menjadi problem serius ketika puasa. Orang yang berpuasa kerap mengalami peningkatan asam lambung. 

Penyebab terjadinya penyakit lambung ini karena ada pola makan yang kurang baik. Kepala Puskesmas Ngasem dr Ria Rohmatul Karimah, 42 mengatakan, pada saat puasa makan jauh lebih banyak dari hari biasanya. Terutama saat berbuka. 

Selain banyak, makanan dan minuman yang disajikan juga lebih bervariasi. Mulai dari yang tinggi lemak, asin, hingga manis. Dokter Ria -sapaan Ria Rohmatul Karimah- mengatakan, ada 13 kasus penyakit lambung yang ditemukan saat awal puasa ini. 

“Ada 6 kasus diagnosa gastritis atau yang biasa disebut sebagai penyakit maag,” ucapnya. Ada beberapa faktor terjadinya maag. Yakni infeksi bakteri helicobacter pylori dan penggunaan obat tertentu hingga kondisi stres yang berlebihan.

Selain itu ada 7 kasus diagnosa dyspepsia. Mayoritas penderitanya merasakan perut penuh saat sedang mengonsumsi makanan. Sensasi panas pada area perut, dan nyeri pada ulu hati.

“Gejala yang dialami masing-masing individu berbeda. Bahkan waktu penyembuhannya juga tidak sama antara satu dengan yang lain,” imbuhnya.

Untuk diketahui, penyakit lambung sering dialami oleh usia remaja hingga dewasa. Tetapi mayoritas terjadi pada mereka anak remaja yang seringkali lupa menjaga pola makan.

“Anak usia SMP dan SMA ini seringkali lupa makan saat sedang aktif berkegiatan maupun berorganisasi,” paparnya.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat sahur yakni dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur. Kedua, berbuka dengan makanan kecil terlebih dahulu. 

Dilanjutkan dengan makan setelah salat Magrib. Ketiga, menjaga kecukupan cairan tubuh. Minimal minum air putih sebanyak 8 gelas. Dan hindari minuman berkafein dan berkarbonasi. 

Keempat, menjaga pola tidur dan mengelola stres. Kelima, rutin melakukan olahraga ringan. Baik sebelum berbuka maupun sesudah salat Subuh. “Untuk penderita penyakit lambung akut harus mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan oleh dokter,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

 

Editor : rekian
#penyakit lambung #kediri #ngasem #puskesmas ngasem #berpuasa