JP Radar Kediri - Ikan asin sangat populer sebagai lauk di indonesia, banyak masyarakat yang menyukainya. Namun, ada kekhawatiran bahwa konsumsi ikan asin dalam jumlah besar bisa meningkatkan risiko kanker nasofaring. Apakah benar demikian? Berikut penjelasannya berdasarkan penelitian ilmiah.
Apa Itu Kanker Nasofaring?
Kanker nasofaring adalah salah satu jenis kanker yang tumbuh di bagian belakang hidung dan di atas bagian belakang tenggorokan.
Penyakit ini sering dikaitkan dengan faktor genetik, infeksi virus Epstein-Barr (EBV), serta pola makan yang mengandung zat berbahaya.
Ikan Asin dan Kanker Nasofaring
Keterkaitan antara ikan asin dan kanker nasofaring karena ikan asin mengandung senyawa nitrosamin.
Senyawa nitrosamin berasal dari proses pengawetan ikan asin dengan garam, terbentuk senyawa nitrat dan nitrit yang akhirnya menjadi senyawa nitrosamin. Senyawa ini bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker dan dapat merusak DNA sel dalam tubuh, serta meningkatkan resiko mutasi pemicu kanker.
Baca Juga: Simak Bahaya Terlalu Sering Menggunakan Ponsel untuk Kesehatan, Bisa Sebabkan Kanker
Selain itu studi dari International Journal of Cancer (2012) juga menemukan bahwa konsumsi ikan asin secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring.
Nitrosamin Pemicu Kanker?
Kanker Nasofaring terbentuk saat ikan asin dikonsumsi, kandungan nitrosamin bisa mengiritasi jaringan di nasofaring. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terus-menerus, senyawa ini dapat menyebabkan peradangan kronis yang pada akhirnya bisa berkembang menjadi kanker.
Ikan asin memang lezat dan sering dikonsumsi sehari-hari, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, ada potensi meningkatkan risiko kanker nasofaring. Sebaiknya, ikan asin dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan dikombinasikan dengan pola makan sehat.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira