JP Radar Kediri – Penyakit autoimun kini menjadi perhatian serius di kalangan medis. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri justru menyerang sel-sel sehat.
Meskipun faktor genetik memainkan peran penting, berbagai kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata dapat memicu kondisi ini.
- Kurang Tidur
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memicu peradangan dalam tubuh. Menurut spesialis imunologi tidur yang kurang dari enam jam per malam dapat meningkatkan produksi hormon stres yang memengaruhi kinerja sistem imun.
Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sel-sel imun menjadi hiperaktif dan dapat menyerang jaringan sehat.
Baca Juga: Tak Hanya Estetik, 3 Tanaman Hias Dalam Ruangan ini Bisa Meningkatkan Imun Tubuh, Apa Saja?
- Stres Berkepanjangan
Stres bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga fisik. Hormon kortisol yang dilepaskan saat stres dapat memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Jika stres terus-menerus terjadi, tubuh akan kesulitan membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri.
- Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi gula, lemak trans, dan olahan berlebihan dapat menyebabkan peradangan kronis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Autoimmunity Reviews menunjukkan bahwa pola makan yang buruk berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
4. Paparan Zat Kimia Berlebihan
Baca Juga: Cara Mudah Meningkatkan Sistem Imun Tubuh agar Tidak Mudah Sakit
Paparan bahan kimia dari produk pembersih, kosmetik, atau pestisida juga dapat merangsang sistem imun secara berlebihan. Penelitian dari Environmental Health Perspectives menunjukkan bahwa senyawa beracun tertentu dapat memicu reaksi autoimun pada individu yang memiliki predisposisi genetik.
- Gaya Hidup Sedentari
Kegiatan fisik yang minim dapat menyebabkan penumpukan lemak dan peradangan sistemik. Olahraga ringan seperti yoga, berjalan kaki, atau berenang dapat membantu menjaga keseimbangan sistem imun dan mengurangi risiko terkena autoimun.
- Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan
Nikotin dan alkohol mengandung zat beracun yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu reaksi imun yang berlebihan. Merokok juga meningkatkan risiko penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis dan lupus.
Baca Juga: 8 Tips Pola Hidup Sehat untuk Pekerja Kantoran, Tetap Fit di Tengah Kesibukan
Para ahli kesehatan menyarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan tidur yang cukup, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari paparan zat kimia berlebihan. Dengan demikian, risiko terkena autoimun dapat ditekan sejak dini.
Meski autoimun sering kali dikaitkan dengan faktor genetik, kebiasaan sehari-hari yang dianggap remeh ternyata memiliki dampak besar terhadap keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Masyarakat diimbau untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat guna mencegah penyakit yang semakin banyak menyerang usia produktif ini.
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira