JP Radar Kediri– Tak bisa dipungkiri, jika gaya hidup seseorang bisa berpengaruh signifikan terhadap kesehatan.
Saat kamu memiliki gaya hidup yang buruk, maka akan rentan terkena masalah kesehatan fisik dan mental.
Salah satunya yang tengah populer adalah gaya hidup sedenter. Kata "sedentary" berasal dari bahasa Latin sedere yang berarti "duduk.
Pola hidup sedenter atau sedentary lifestyle merupakan perilaku saat seseorang tidak banyak bergerak atau minim aktiviras fisik dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, sebagian besar hari dihabiskan untuk duduk atau berbaring.
Fenomena ini kian meluas di era modern, kemudahan akses informasi dan komunikasi membuat sebagian besar orang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja atau menatap gadget, komputer, dan tidak banyak bergerak.
Belum lagi, ponsel menjadi salah satu benda yang tak lepas dari kehidupan sehari-hari baik untuk komunikasi atau hiburan.
Meskipun terlihat sepele, gaya hidup ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental.
Berikut tanda-tanda kamu punya gaya hidup sedenter yang sebaiknya kamu hindari:
1. Tidak banyak gerak ketika terjaga
Untuk mengetahui hal ini coba hitung jumlah jam tidur lalu kurangi dengan 24 jam. Kamu akan mendapati jumlah jam dalam sehari untuk beraktivitas.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik direkomendasikan setidaknya kurang dari 150 menit per minggu.
2. Mood turun
Gaya hidup sedenter berdampak terhadap kesehatan mental dan mempengaruhi mood mu. Hal tersebut, seperti yang diungkapka oleh Menurut meta-analisis yang diterbitkan di BMC Public Health.
Yakni, perilaku tidak bergerak seperti menonton tv, bermain game elektronik, bisa meningkatkan risiko kecemasan.
3. Kelelahan sepanjang waktu
Tubuh yang lelah sepanjang waktu juga bisa menandakan kamu tidak banyak bergerak. Semakin banyak duduk, berbaring, maka semakin tubuh merasakan lelah.
Jika ingin mengembalikan semangat, kamu cukup kembali bergerak. Sebuah riset mengamati efek olahraga pada orang yang melaporkan tingkat kelelahan terus-menerus.
4. Mudah lupa
Tak selalu berkaitan dengan faktor usia, kurang gerak bisa memengaruhi kesehatan otak.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang dewasa tua untuk tidak banyak gerak, semakin tinggi risiko demensia atau penurunan fungsi memori.
Resiko demensia meningkat saat orang menghabiskan lebih dari 10 jam sehari dengan tidak banyak gerak.
5. Nyeri punggung bawah
Nyeri punggung bawah menandakan kamu terlalu lama duduk termasuk kerja di depan komputer.
Sebuah riset menunjukkan, duduk selama empat jam terus-menerus bisa meningkatkan tekanan pada cakram di punggung bawah. Hal Ini dapat megakibatkan punggung bawah terasa nyeri.
Untuk mengatasinya, kamu bisa mengubah posisi duduk tiap 15 menit atau beranjak dari kursi dan jalan kaki.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah