Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Minum Es Saat Buka Puasa, Bikin Bugar atau Tambah Loyo?

M Sahrul Mubarok • Jumat, 7 Maret 2025 | 21:51 WIB
Es Teler, sering jadi pilihan menu buka muasa
Es Teler, sering jadi pilihan menu buka muasa

Cuaca panas di daerah tropis, seperti negara Indonesia sering kali membuat kita tergoda untuk minum es saat berpuasa. Minuman dingin memang bisa menyegarkan dan menghilangkan dahaga seketika. Namun, tahukah kamu bahwa konsumsi es yang berlebihan saat puasa justru dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan?

Alih-alih membuat tubuh terasa lebih kuat saat berpuasa, minum es berlebihan justru bisa membuat lemas dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Perubahan suhu yang drastis karena mengonsumsi es dapat menyebabkan kontraksi pembuluh darah, memicu berbagai respons tubuh yang tidak diinginkan.

Salah satu efek yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan. Minum es saat berbuka puasa dapat memperlambat kinerja lambung karena harus menyesuaikan suhu dingin es dengan suhu tubuh. Selain itu, perut yang kosong selama berpuasa akan "kaget" saat langsung menerima air dingin, sehingga dapat menyebabkan perut kembung dan mulas.

Konsumsi es berlebihan juga dapat memicu sakit kepala. Perubahan suhu yang drastis di mulut dapat memicu kontraksi pembuluh darah di kepala, yang kemudian melebar kembali dengan cepat, sehingga menyebabkan sakit kepala. Bahkan, dalam beberapa kasus, makanan atau minuman yang terlalu dingin dapat menyebabkan kepala dan otak terasa membeku.

Selain itu, minum es saat berpuasa juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, terutama jika memiliki imunitas yang rendah. Konsumsi es dapat memicu produksi lendir berlebih dalam tubuh, yang dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Akibatnya, bakteri atau virus lebih mudah masuk ke tubuh dan menyebabkan radang tenggorokan, demam, atau sakit kepala.

Kebiasaan minum es saat berpuasa juga dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi. Perubahan suhu yang tiba-tiba dapat merusak lapisan email gigi dan memperburuk sensitivitas gigi. Selain itu, konsumsi air dingin saat perut kosong dapat menyebabkan akalasia, yaitu kondisi ketika otot kerongkongan tidak mampu mendorong makanan atau minuman masuk ke lambung.

Bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan, sebaiknya hindari minum es saat berbuka puasa. Air dingin dapat membuat lemak di dalam darah membeku, sehingga mengganggu peredaran darah dan menghambat proses pembakaran lemak. Akibatnya, berat badan justru bisa meningkat.

Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mengatasi dahaga saat berpuasa? Alih-alih minum es, disarankan untuk berbuka puasa dengan air hangat atau air bersuhu ruangan. Air hangat dapat membantu melancarkan proses pencernaan dan lebih cepat mengembalikan suhu tubuh. Selain itu, konsumsi buah-buahan manis dengan kandungan air yang tinggi, seperti semangka, dapat membantu menyegarkan tubuh.

Jika tetap ingin minum es saat berbuka puasa, sebaiknya lakukan setelah makan besar dan setelah minum air hangat atau air biasa terlebih dahulu. Minumlah secara perlahan dan dalam jumlah yang wajar untuk menghindari efek negatif bagi kesehatan.

Dengan menjaga pola makan dan minum yang sehat selama berpuasa, kita dapat menjaga tubuh tetap bugar dan kuat menjalankan ibadah puasa.

Editor : Jauhar Yohanis
#puasa ramadan #minum es berlebihan #buka puasa