JP Radar Kediri - Merasakan perut melilit di siang hingga sore hari saat berpuasa tentu bukan pengalaman yang menyenangkan.Apalagi ketika tubuh sudah merasa lemas karena kekurangan energi, tetapi begitu waktu berbuka puasa tiba, justru kehilangan nafsu makan.
Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan yang kurang tepat hingga reaksi tubuh terhadap perubahan metabolisme selama puasa.
Menjalankan ibadah puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga mengelola pola makan dengan bijak agar tubuh tetap sehat dan bertenaga.
Memahami penyebabnya dapat membantu mengatasi masalah ini agar tetap bisa berbuka dengan nyaman dan sehat.
Beberapa alasan yang menyebabkan kondisi ini, antara lain :
Baca Juga: Ini Fakta-Fakta Emas Palsu 109 Emas Antam, Lengkap dengan Cara Membedakan Emas Palsu dan Asli
1.Asam Lambung Naik
Saat puasa, lambung kosong dalam waktu lama tetapi tetap memproduksi asam lambung. Hal ini dapat menyebabkan perut terasa melilit, terutama menjelang sore hari. Jika saat berbuka langsung mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti makanan pedas, asam, atau berminyak, perut bisa terasa tidak nyaman dan nafsu makan pun berkurang.
2.Gula Darah Naik-Turun Drastis
Ketika berpuasa, kadar gula darah cenderung turun sehingga tubuh terasa lemas dan lapar. Namun, jika saat berbuka langsung mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak, kadar gula darah bisa naik drastis, menyebabkan tubuh "kaget" dan justru kehilangan selera makan.
3.Reaksi Hormon Lapar
Saat merasa lapar, hormon ghrelin meningkat sehingga tubuh merangsang keinginan untuk makan. Namun, begitu sudah berbuka puasa dan mulai makan, hormon ini cepat menurun, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi gula atau lemak. Akibatnya, baru makan sedikit sudah merasa kenyang.
4.Pola Makan Sahur yang Kurang Tepat
Jika saat sahur tidak mengonsumsi cukup serat dan protein, rasa kenyang tidak bertahan lama. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan kelaparan di siang hari, tetapi saat berbuka justru kehilangan energi dan nafsu makan menurun.
5.Faktor Psikologis
Seharian menahan lapar bisa membuat pikiran terlalu fokus pada makanan. Namun, saat waktu berbuka tiba, ekspektasi yang tinggi justru membuat tubuh "bingung" sehingga tiba-tiba merasa tidak ingin makan.
Baca Juga: Inilah Cara Toilet Training pada Kucing, Agar Kucingmu tidak Pup Sembarangan
Jika mengalami hal ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya:
- Saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak agar kadar gula darah tidak naik mendadak.
- Mulai berbuka dengan minum air putih, makan kurma atau makanan ringan, lalu beri jeda 10-15 menit sebelum makan besar.
- Saat sahur, perbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan protein agar kenyang lebih lama dan energi tetap stabil sepanjang hari.
- Hindari makan berlebihan saat sahur maupun berbuka agar perut tetap nyaman.
- Kelola stres dan ekspektasi terhadap makanan saat berbuka agar tubuh tidak "kaget" dan tetap bisa menikmati hidangan dengan baik.
- Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas berat yang menghabiskan tenaga agar tubuh tidak mudah lemas dan tetap bertenaga sepanjang hari.
Menjaga pola makan yang seimbang selama bulan Ramadhan sangat penting agar tubuh tetap sehat dan nyaman saat berbuka puasa. Memahami bagaimana tubuh bekerja selama puasa dapat membantu menghindari masalah seperti perut melilit di siang hari dan kehilangan nafsu makan saat berbuka. Dengan menerapkan pola makan yang lebih baik, berbuka puasa bisa menjadi lebih menyenangkan dan menyehatkan.
Penulis : Asyfa Maulidina
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira