JP Radar Kediri - Bagi banyak orang, makanan yang dibakar seperti sate, ayam bakar, ikan panggang, hingga steak dengan bagian gosong dianggap memiliki cita rasa khas yang menggugah selera.
Akan tetapi tidak semua orang mengetahui bahaya yang menghantui di belakang mereka.
Menurut penelitian dari (IARC) atau Badan Penelitian Kanker Internasional, pada proses pembakaran di makanan pada suhu yang tinggi bisa menghasilkan senyawa kInternational Agency for Research on Cancer arsinogenik seperti Heterocyclic Aromatic Amines (HAA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) yang berpotensi memicu mutasi DNA dan meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus, lambung, dan pankreas.
Menanggapi hal ini, dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang sering disapa cipeng juga mengatakan pada kanal youtubenya yang tayang pada Jumat (21/2). ”Yang membuat karsinogenik itu bukan proses pembakarannya, tapi item - itemnya, yang gosong - gosong, yang pahit, itu karsinogenik itu karbon, nah kalau itu ngumpul banyak di usus maka akan menimbulkan kanker usus,” terangnya.
“Sekali - sekali itu boleh, makan sate ada item - itemnya itu boleh, tapi kalau keterusan ya enggak boleh,” sambungnya.
Makanan yang dibakar memang menggoda lidah, tetapi bahayanya bagi kesehatan tidak bisa dianggap remeh. Mengurangi konsumsi makanan dibakar serta menerapkan teknik memasak yang lebih sehat adalah langkah bijak untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari ancaman kanker.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira