JP Radar Kediri- Sebagian orang mungkin masih bertanya-tanya mengenai masuk angin dan angin duduk apakah sama. Untuk lebih lanjut mari simak penjelasannya disini.
Bagi orang awam, sangat sulit membedakan Angin duduk dan masuk angin, dikarenakan gejala yang ditimbulkan sangat mirip.
Gejala yang diderita kedua penyakit tersebut antara lain nyeri di ulu hati dada yang bisa menjalar ke punggung, keringat dingin, pusing, gangguan pencernaan, seperti mual, sakit perut hingga lemas.
Meski sama-sama terdapat kata “angin” akan tetapi angin duduk dan masuk angin sangat-sangat berbeda. Angin duduk sendiri lebih serius ketimbang masuk angin.
Dalam dunia medis, angin duduk disebut juga agina atau angina pektoris. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada dada, akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah.
Pasokan darah yang kurang inilah yang disebabkan oleh penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah.
Gejala angina pektoris umumya ditandai dengan rasa teramat nyeri pada dada. Gejala angina sendiri yaitu nyeri dada sampai menjalar ke lengan kiri, leher, rahang dan punggung.
Disamping itu ada juga gejala lainnya seperti sesak nafas, gelisah, mudah lelah, pusing.
Gejala-gejala diatas jika tidak cepat ditangani bisa berujung gagal jantung. Gajal jantung sendiri faktor pemicunya adalah kolesterol, hipertensi, diabetes, obesitas, stres.
Faktor-faktor diatas bisa mengakibatkan terganggunya pasokan darah ke otot, jamtung sehingga memicu serangan jantung.
Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya mengeluhkan keadaan seperti terkena masuk angin.
Contohnya pusing mual muntah, berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, dada terasa terbakar, tertekan selain itu nyeri dada yang menyebar ke daerah leher, rahang, hingga punggung.
Jika mengalami gejala-gejala seperti diatas lebih baik segera periksakan ke dokter supaya ditangani dengan cepat oleh dokter.
Penulis: Yulita Dyah Kusumasari
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira