KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyakit akibat virus Human Metapneumovirus (HMPV) telah menjangkit warga di Tiongkok. Belakangan, virus tersebut sudah ditemukan di Indonesia. Belum ada detail di wilayah mana virus tersebut menyerang.
Dinas Kesehatan Kota Kediri meminta masyarakat tidak panik. Persebaran virus HMPV itu menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan itu.
Baca Juga: Penderita GERD, Hindari Makanan Ini Saat Puasa
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hendik Suprianto, belum ada laporan warga yang terinfeksi virus HMPV di Kota Kediri.
“Dari Kemenkes telah menyampaikan informasi, HMPV itu sama dengan flu biasa. Tidak perlu panik,” ujar Hendik. Sebab, tingkat kegawatan dari infeksi akibat virus itu tergolong rendah.
Baca Juga: Selesai Olahraga, sebaiknya Warga Kediri Hindari Lakukan Hal ini!
“Belum ada laporan, pasiennya sampai masuk ke rumah sakit, gawat, dan sebagainya seperti Covid-19, kemarin,” tandasnya.
Karena gejala dan penularannya yang mirip flu pada umumnya, menurutnya pencegahannya pun bisa dilakukan dengan menghindari kontak dengan penderita.
“Mereka yang merasa flu harus pakai masker. Sehingga tidak menular ke orang lain. Karena penularannya kan lewat droplet,” beber Hendik.
Baca Juga: Otak Juga Memerlukan Olahraga? 4 Olahraga Otak Sederhana yang Bisa Kamu Lakukan Dimana Saja!
Selain itu, penularan juga bisa melalui benda yang terkontaminasi. Dengan begitu, dia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan mencuci tangan sebelum makan.
“Ini berbeda dengan Covid-19. Virusnya juga beda. Dan ini sebenarnya sudah lama (temuan kasus, Red). Sejak 2021 sudah ditemukan HMPV. Tapi memang yang banyak sekarang di Tiongkok karena di sana musim dingin,” ungkapnya sembari menyebut, faktor musim dingin bisa mempercepat penularan virus.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian