JP Radar Kediri - Saat hujan turun, banyak orang memilih untuk menghabiskan waktunya untuk bergelung dibawah selimut daripada melakukan aktivitas lain.
Selain karena hawa disekitar yang menjadi dingin, bergelung dibawah selimut terasa lebih nyaman dan hangat. Hingga lama kelamaan membuat terlelap tanpa disadari.
Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa saat hujan turun, rasanya lebih mengantuk dan malas untuk melakukan sesuatu daripada saat hujan tidak turun?
Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat hujan turun terjadi perubahan metabolism dalam tubuh. Perubahan metabolisme tersebut adalah meningkatnya jumlah hormon melatonin dalam tubuh.
Apa itu hormon melatonin?
Hormon melatonin adalah hormon yajng mengatur waktu bangun dan waktu istirahatnya tubuh. Ketika jumlah hormon ini meningkat, seseorang akan cenderung merasa mengantuk.
Didukung dengan sinar matahari yang kurang dan hawa dingin yang membuat seseorang malas untuk bergerak, hormon melatonin akan mengirimkan sinyal pada tubuh untuk beristirahat saja.
Selain hormon, langit mendung, suara hujan yang terus menerus serta cahaya yang masuk kedalam rumah berkurang, akan menimbulakn efek ‘white noise’. Efek ini akan membuat seseorang merasa lebih rileks sehingga bisa membuat seseorang tidur lebih nyenyak dari biasanya.
Apakah tidak apa-apa jika terus menerus merasakan kantuk dan malas saat hujan turun?, tidak perlu khawatir. Merasa mengantuk dan malas setaip kali hujan turun itu hal normal yang terjadi kok.
Penulis: Nabila Syifa’ul, Mahasiswa Magang dari Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah