Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil kelapa terbesar di dunia kedua setelah Filipina.
Selain menjadi penghasil kelapa terbesar, masyarakat Indonesia kerap kali mengolah kelapa menjadi bahan masakan untuk dijadikan santan atau dikonsumsi secara langsung baik daging kelapa maupun air kelapa.
Air kelapa sendiri sering dijadikan opsi oleh masyrakat untuk melepas dahaga ditengah terik cuaca panas. Penjual kelapa atau yang biasa dikenal dengan es degan juga sangat mudah di temukan di Indonesia.
Selain mudah ditemukan, air kelapa juga memiliki rasa yang enak serta manfaat bagi kesehatan tubuh.
Dalam setiap 250 ml air kelapa, terdapat 60 kalori dengan berbagai macam nutrisi seperti karbohidrat, fosfor, kalsium, kalium, dan magnesium.
Air kelapa diketahui juga memiliki sifat antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.
Berikut ini manfaat air kelapa untuk tubuh, yaitu:
- Mencukupi elektoit dalam tubuh.
Elektrolit adalah zat yang memiliki fungsi untuk mendukung aktivitas sel dan jaringan tubuh serta menjaga kadar cairan dalam tubuh agar tetap seimbang.
- Mencegah dang mengobati penyakit sembelit.
Berkat elektrolit serta cairan yang seimbang dalam tubuh, usus bisa membuat kotoran menjadi ludah sehingga mudah untuk dikeluarkan.
Selain itu, air kelapa juga memiliki efek pencaharan yang dapat membantu melancarkan BAB yang keras.
- Meningkatkan stamina dalam tubuh
Hal ini disebabkan oleh kandungan karbohidrat berupa gula alami yang terdapat dalam air kelapa membuatnya dapat mudah untuk dicerna serta dapat membantu untuk meningkatkan energy.
- Membantu untuk menurunkan tekanan darah
Kalium yang terdapat dalam air kelapa dapat membantu untuk menstabilkan tekanan darah pada penderitanya.
- Menjaga tubuh dari radikal bebas
Baca Juga: Tradisi Berendam Minuman Bir di Praha Diyakini Bisa Mengurangi Stres, Begini Penjelasannya
Antioksidan pada air kelapa dapat membantu untuk menangkap dan menghancurkan radikal bebas yang berasal dari berbagai sumber seperti paparan sinar matahari yang berlebihan serta polusi udara.
Radikal bebas yang dibiarkan dalam tubuh dapat memicu muncul dan berkembangnya berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker.
Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira