JP Radar Kediri – Kram perut atau nyeri haid saat menstruasi seringkali terasa sangat menyakitkan. Hal tersbeut tentunya cukup menganggu dan membuat kita tak dapat beraktifitas dengan nyaman.
Alih-alih mengonsumsi obat kimia untuk menghilangklan nyeri, kamu bisa menggunakan alternatif dengan minuman alami yang lebih sehat.
Selain lebih sehat, minuman tersebut cukup mudah ditemukan di sekitar kita.
Berikut minuman yang bisa kamu konsumsi untuk meredakan kram pada perut:
Baca Juga: Waspada, Inilah 7 Makanan dan Minuman yang Dapat meningkatkan Kolesterol
1. Teh Jahe
Senyawa anti-inflamasi yang ada pada jahe dapat membantu untuk mengurangi kram perut saat datang bulan.
Selain itu, efek hangat pada teh jahe juga bisa membuat tubuh merasa lebih rileks dan nyaman.
Cara membuatnya pun cukup mudah, kamu hanya perlu menyiapkan teh hangat dan jahe yang sudah digeprek.
Jika ingin lebih enak kamu bisa manbahkan pemanis alami seperti gula atau madu.
2. Air Rebusan Kunyit
Kunyit telah lama dikenal sebagai obat herbal yang ampuh untuk membantu mengatasi nyeri haid.
Hal ini karena kunyit memiliki kandungan kurkumin yang dapat membantu mengurangi kontraksi otot rahim selama menstruasi.
Baca Juga: Warga Desa Titik, Semen, Kabupaten Kediri Ini Mengolah Beragam Rempah-Rempah Menjadi Minuman Herbal
3. Air Putih Hangat
Saaat sedang haid, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Minum air putih hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit saat sedang haid.
Selain itu, minum air putih hangat juga bisa melancarakan aliran darah pada saat datang bulan.
4. Teh Kayu Manis
Selain jahe, kayu manis juga mengandung anti-inflamasi yang juga bisa membantu meringankan kram pada perut saat datang bulan.
Selain itu kayu manis baik dikonsums untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar kondisi lebih vit saat datang bulan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah