Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim Pemantau Isbatkan Hilal di Kediri Tidak Nampak, Begini Keputusan 1 Syawal Versi Pemerintah

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 19 Maret 2026 | 18:48 WIB

Tim pemantau hilal di Kabupaten Kediri.
Tim pemantau hilal di Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri—Rukyatul hilal penentuan 1 Syawal 1447 H di Kabupaten Kediri belum membuahkan hasil.

Pengamatan yang digelar Selasa (19/3/2026) sore di lantai 3 Menara Masjid MAN 3 Kediri terkendala awan mendung di ufuk barat.

Hasilnya tidak dapat terlihat. Hasil itu pun diisbat oleh majelis hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.

Selanjutnya, hasil rukyat tersebut diserahkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan sidang isbat nasional.

Pantauan di Kediri menjadi salah satu acuan dalam penentuan awal Syawal secara nasional. Jika secara keseluruhan di Indonesia hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Dengan demikian, Hari Raya Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Faiz menyampaikan, seluruh tim yang melakukan pengamatan sepakat bahwa hilal tidak terlihat.

Hasil tersebut kemudian langsung ditetapkan dalam sidang isbat tingkat daerah sebelum dilaporkan ke tingkat lebih tinggi.

“Di MAN 3 Kediri ini kita sudah tahu bersama dan bersepakat bahwa tidak ada satu pun yang melihat hilal. Kita tadi sudah isbatkan bahwa tidak terlihat,” ujarnya.

Faiz menambahkan, hasil rukyat dari Kediri akan dilaporkan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk diteruskan ke pusat.

Nantinya, seluruh hasil rukyat dari berbagai daerah akan dikumpulkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat nasional. Meski di Kediri hilal tidak terlihat, masih ada kemungkinan terlihat di daerah lain.

“Jadi kita masih menunggu keputusan dari pusat. Walaupun di sini tidak terlihat, titik lain kemungkinan bisa jadi terlihat. Di Jawa Timur ada 28 titik, secara nasional ada 117 titik,” imbuhnya.

Menurut dia, posisi hilal di Kediri saat rukyat hanya berada di kisaran 2 derajat, sehingga relatif sulit untuk diamati.

Berbeda dengan wilayah lain seperti Aceh yang ketinggian hilalnya bisa mencapai 3 derajat. Karena itu, potensi terlihatnya hilal lebih memungkinkan di wilayah tersebut.

"Jika di semua titik tidak terlihat maka disempurnakan 30 hari. Kalau terlihat maka Hari Raya tanggal 20," jelasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#hilal #kediri #Isbat #syawal #rukyat