JP Radar Kediri – Aktivitas kegempaan Gunung Kelud mengalami peningkatan pada Sabtu (17/10).
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud mencatat lima kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB.
Meski demikian, status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang tersebut masih berada pada Level I atau Normal.
Berdasarkan laporan pengamatan, gempa tektonik jauh tersebut memiliki amplitudo 3–38 milimeter dengan durasi 74–184 detik.
Jumlah itu meningkat dibandingkan pengamatan sehari sebelumnya, Jumat (16/10), yang mencatat dua kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, kondisi Gunung Kelud terpantau jelas tanpa adanya asap kawah.
Sementara itu, pantauan melalui kamera CCTV menunjukkan air danau kawah berwarna kehijauan dengan bualan air di tengah danau yang teramati samar-samar.
Suhu air danau kawah berdasarkan pemantauan telemetri tercatat 28,89 derajat Celsius. Angka tersebut sama dengan hasil pengamatan sehari sebelumnya.
Baca Juga: Gempa Tektonik Jauh Kelud Tercatat Dua Kali, Ada yang Durasi 6,5 Menit, Status Normal
Dari sisi meteorologi, cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup dengan intensitas lemah, sedang, hingga kencang ke arah tenggara, selatan, dan barat daya.
Suhu udara berkisar 19–34 derajat Celsius dengan kelembapan 46–62 persen.
Meski aktivitas Gunung Kelud masih berstatus Level I atau Normal, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, masyarakat dan penambang diminta mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud.
Laporan tersebut disusun Dany Erlangga Yosa Putra dari Pos Pengamatan Gunung Api Kelud berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : pvmbg, pga kelud