JP Radar Kediri – Aktivitas Gunung Kelud masih terpantau normal berdasarkan hasil pengamatan Jumat (16/10).
Meski tercatat dua kali gempa tektonik jauh, status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang tersebut masih berada pada Level I atau Normal.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud, dua gempa tektonik jauh tersebut tercatat memiliki amplitudo 2–10 milimeter dengan durasi 76–392 detik.
Secara visual, gunung terpantau jelas tanpa adanya asap kawah.
Sementara itu, pantauan melalui kamera CCTV menunjukkan air danau kawah terlihat jelas berwarna kehijauan.
Bualan air di tengah danau teramati samar-samar, dengan suhu air berdasarkan pemantauan telemetri mencapai 28,89 derajat Celsius.
Suhu tersebut mengalami penurunan dibandingkan hasil pengamatan sehari sebelumnya, Kamis (15/10), yang mencatat suhu air danau kawah sebesar 29,16 derajat Celsius.
Dari sisi meteorologi, cuaca di sekitar Gunung Kelud terpantau cerah hingga berawan.
Baca Juga: Gempa Tektonik Jauh Kelud Tercatat Tiga Kali, Durasi Sampai 115 Detik, Status Masih Normal
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya, dengan suhu udara berkisar 20–33 derajat Celsius serta kelembapan udara 51–69 persen.
Meski tingkat aktivitas masih normal, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tetap diminta tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, masyarakat dan penambang diimbau mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud.
Laporan pengamatan tersebut disusun Dany Erlangga Yosa Putra dari Pos Pengamatan Gunung Api Kelud berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : pvmbg, pga kelud