Bupati Kediri: Lapak Pasar Ngadiluwih Tak Boleh Dikuasai Segelintir Orang

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 01:46 WIB
CEK PROGRES: Dari kiri, Sekda M. Solikin, Bupati Hanindhito Himawan Pramana, dan Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih saat memeriksa pembangunan Pasar Ngadiluwih kemarin (14/10). (Foto Wahyu Adji)
CEK PROGRES: Dari kiri, Sekda M. Solikin, Bupati Hanindhito Himawan Pramana, dan Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih saat memeriksa pembangunan Pasar Ngadiluwih kemarin (14/10). (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menargetkan Pasar Ngadiluwih bisa diresmikan pada November mendatang.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Pemkab Kediri itu saat meninjau progres pembangunan pasar bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin kemarin (14/10).

Dhito mengatakan, progres pembangunan Pasar Ngadiluwih sejauh ini cukup baik. Pemkab Kediri juga mulai menyiapkan tahapan penempatan pedagang sebelum pasar kembali beroperasi.

"Alhamdulillah progresnya sudah cukup baik, " ujarnya.

Dengan progres tersebut, bapak dua anak itu memproyeksikan pasar bisa diresmikan November nanti. Dalam kesempatan kemarin, suami Eriani Annisa itu juga menegaskan tentang penataan pedagang. Dia meminta agar seluruh pedagang mendapatkan tempat berjualan secara proporsional.

Baca Juga: Bupati Dhito Targetkan Pasar Ngadiluwih Kediri Diresmikan November

Dhito mengaku tidak ingin persoalan kepemilikan banyak lapak oleh satu pedagang kembali terjadi. “Lapak di pasar tidak boleh dikuasi segelintir orang,” tegasnya.

Bupati dia periode itu menegaskan, jumlah pedagang yang akan menempati Pasar Ngadiluwih sebanyak 715 orang. Adapun lapak yang tersedia lebih dari 800 unit.

Dengan perbandingan tersebut, kebutuhan tempat berjualan bagi pedagang yang sudah terdata dinilai dapat terpenuhi. Adapun lapak yang tersisa nantinya bisa diperuntukkan bagi pedagang yang masuk daftar tunggu.

"Problem pasar selama ini, satu pedagang itu bisa punya empat, lima, bahkan ada yang sebelas lapak. Kita tidak mengizinkan hal itu terjadi di Pasar Ngadiluwih," tegasnya.

Dia menambahkan, tidak semua jenis usaha bisa diakomodasi di dalam pasar. Sebab mereka harus menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa yang tidak bisa tertampung adalah bengkel, penjualan ayam hidup, dan usaha pangkas rambut.

"Ini nanti mungkin bisa kita pikirkan. Cuma yang jelas enggak bisa diakomodir di pasar ini karena sesuai peraturan yang ada kita gitu, " jelasnya.

Untuk diketahui, nantinya Pasar Ngadiluwih akan beroperasi 24 jam seperti halnya Pasar Wates. Keberadaan area pujasera atau food court dan kios di bagian belakang diharapkan bisa mendukung aktivitas pasar pada malam hari.

Dhito menyebut, kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli.

Melainkan juga memiliki aktivitas kuliner. Bahkan, area depan pasar direncanakan dilengkapi hiburan musik atau live music.

"Yang paling penting adalah tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar. Jadi semuanya masuk ke dalam pasar seperti Pasar Wates," tegasnya.

 Baca Juga: Audit Pasar Ngadiluwih Rampung, Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan: Targetkan Pedagang Tempati Kios Baru Desember Nanti

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, tahapan persiapan pemindahan pedagang terus dimatangkan.

Pihaknya menargetkan seluruh pedagang sudah menempati lokasi baru pada Desember mendatang. Sebelum pemindahan, pedagang akan mengikuti sosialisasi terkait penempatan lapak, zonasi, hingga standar operasional prosedur (SOP) pasar.

"Kami sosialisasi dengan teman-teman pedagang yang kaitannya dengan finalisasi atau penetapan. Kemudian minggu berikutnya kami undang lagi terkait dengan zona sama SOP-nya," tandasnya. (sad/ut)

Dalam SOP tersebut, Disdagin juga akan mengatur ketentuan pemanfaatan lapak, termasuk larangan memperjualbelikan atau menyewakan tempat berjualan kepada pihak lain. Ketentuan tersebut diperlukan agar penataan lapak sesuai peruntukannya. 

Tutik menjelaskan, pengundian lapak dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Oktober. Proses itu membutuhkan beberapa hari agar seluruh pedagang mendapatkan tempat sesuai zonasi yang telah ditentukan.

Penataan zonasi akan membedakan lokasi pedagang berdasarkan jenis dagangan, baik makanan maupun nonmakanan.

Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang bagi pedagang yang ingin berpindah lokasi apabila dagangannya kurang laku. Perpindahan tersebut harus mengikuti zonasi dan ketersediaan tempat yang sesuai.

"Kami tidak melarang. Mereka boleh pindah asalkan ada tempat yang sesuai zonasi. Kalau tidak, ya mau tidak mau mungkin tidak jualan dulu," jelasnya.

 Baca Juga: Pembangunan Lanjutan Pasar Ngadiluwih Capai 54 Persen, Target Pemindahan Pedagang November

Tutik menyebut, progres fisik pembangunan Pasar Ngadiluwih saat ini mencapai sekitar 54 persen berdasarkan evaluasi pekan ke-12.

Sejumlah pekerjaan masih diselesaikan, terutama pada bagian fasad bangunan, pemasangan pagar, serta penyempurnaan beberapa fasilitas.

Dia optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Pihaknya juga akan memastikan pekerjaan pemeliharaan sebelumnya dituntaskan agar seluruh bagian pasar siap digunakan saat peresmian. 

"Kalau sesuai timeline, Desember pedagang harus sudah pindah semuanya. Desember mulai dari awal sampai nanti sudah masuk sesuai dengan timeline," ungkapnya. 

Untuk pedagang kuliner di area depan, Disdagin akan melakukan pendataan terhadap pedagang yang selama ini berjualan di sekitar pasar. Pedagang dari luar juga berpeluang masuk, dengan ketentuan harus terdata terlebih dahulu.

Tutik menegaskan, penataan pasar membutuhkan komunikasi yang baik agar pedagang tidak merasa dirugikan. Karena itu, sosialisasi akan terus dilakukan hingga seluruh pedagang memahami aturan dan siap menempati lokasi masing-masing.

"Menata pedagang itu tidak mudah. Makanya juga harus humanis dan betul-betul jangan sampai ada pedagang yang dirugikan," pungkasnya.

Untuk diketahui, total ada 714 pedagang yang terdata. 370 pedagang telah terkonfirmasi. Mereka merupakan pedagang yang sudah berjualan sejak awal. Berikutnya pedagang yang

Harus konfirmasi sejumlah 268. Serta ada 76 pedagang yang masuk daftar tunggu 76. 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
pedagang pemkab kediri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana Disdagin pasar ngadiluwih