JP RADAR KEDIRI –Kota Kediri kembali akan dipenuhi dengan suara sholawat yang mengalun. Pondok Pesantren Lirboyo sedang bersiap untuk mengadakan acara Lirboyo Bersholawat pada malam hari kamis tanggal 8 Oktober. Kegiatan itu merupakan bagian dari serangkaian acara Festival Santri Nusantara 2026 yang diadakan di area Pondok Pesantren Lirboyo.
Sholawat akan dibacakan di Lapangan Barat Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo sesuai jadwal yang telah ditentukan. Acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB ini menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama para jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Bagi warga Kediri dan sekitarnya, acara sholawat bukan hanya sekedar rutinitas ibadah. Momen itu juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, saling berkenalan, serta menciptakan suasana yang lebih beragam dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Hadapi Era AI, Lulusan Perdana ITAMA Lirboyo Kediri Diingatkan Tetap Pegang Teguh Akhlak
Antusiasme para jamaah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan itu. Sejak persiapan dimulai, berbagai pihak mulai menyiapkan kebutuhan acara agar acara dapat berjalan dengan teratur dan nyaman. Pengaturan lokasi, jamaah, serta berbagai fasilitas pendukung menjadi fokus perhatian sebelum malam pelaksanaan.
Menariknya, persiapan Lirboyo Bersholawat tidak hanya dilakukan secara fisik saja. Panitia juga pergi mengunjungi beberapa makam ulama sebagai bagian dari upaya batin sebelum acara dimulai. Ziarah tersebut dilakukan ke tempat pemakaman umum dan makam Syekh Mursyad Landean.
Tradisi itu menunjukkan bahwa kegiatan beragama di lingkungan pesantren tidak hanya terkait dengan penyelenggaraan acara. Ada juga nilai menghormati para ulama dan orang-orang berakhlak baik yang sudah wafat sebelumnya. Nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan pesantren yang selalu dijaga dan dilestarikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Baca Juga: Milad ke 60, UIT Lirboyo Menggelar Event Tribakti Green Marathon, Peserta berkontribusi penanaman bi
Sementara itu, kemungkinan hadirnya Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf diperkirakan akan semakin memperhangat suasana acara. Ia dikenal banyak orang karena hadir dalam acara sholawat yang diikuti oleh pengikut dari berbagai daerah.
Bagi para jamaah, malam Lirboyo Bersholawat bisa menjadi kesempatan untuk sementara waktu menghilangkan kesibukan. Duduk bersama, melantunkan sholawat, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan di tengah suasana pesantren bisa menjadi pengalaman yang unik.
Di sisi lain, kegiatan itu juga menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan bisa mengumpulkan berbagai kalangan. Santri, warga sekitar, serta jamaah dari luar daerah bisa berkumpul di satu tempat dengan tujuan yang sama, yaitu berdoa bersholawat dan memperkuat hubungan tali silaturahmi.
Malam ini, wilayah Lirboyo diperkirakan akan lebih sibuk lagi. Di tengah kegiatan masyarakat dan para santri, suara sholawat yang dibacakan menjadi tanda bahwa malam yang penuh kebersamaan sedang berlangsung.
Lirboyo Bersholawat tidak hanya tentang banyaknya jamaah yang hadir. Selain itu, kegiatan itu juga menjadi kesempatan untuk menciptakan suasana yang penuh keagamaan, mempererat hubungan antar sesama, serta menjaga tradisi berdzikir dan bersholawat yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesantren.
Penulis: Anjani Salma Kholida
Kampus: Universitas Islam Tribakti