JP Radar Kediri – Potensi cuaca ekstrem di wilayah Kediri Raya dan sekitarnya diprakirakan nihil hingga Selasa (13/10).
Meski tidak terdeteksi ancaman hujan lebat maupun angin kencang, masyarakat tetap perlu mewaspadai risiko kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
Hal tersebut berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca tiga harian Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri yang bersumber dari BMKG Juanda untuk periode 11–13 Oktober 2026.
Dalam data tersebut, seluruh parameter ancaman cuaca pada Senin (12/10) dan Selasa (13/10) tercatat nihil.
Mulai potensi hujan sedang hingga lebat berstatus Waspada, hujan lebat hingga sangat lebat berstatus Siaga, serta hujan sangat lebat hingga ekstrem berstatus Awas.
Potensi hujan disertai petir dan angin kencang juga tidak terdeteksi pada kedua hari tersebut.
Baca Juga: Harga Cabai Melonjak Faktor Kemarau, Jadi Fokus Satgas Pangan Kabupaten Kediri
Kondisi ini menunjukkan belum adanya indikasi ancaman cuaca signifikan berdasarkan parameter peringatan dini yang dipantau BMKG.
Namun, nihilnya peringatan dini bukan berarti seluruh wilayah dipastikan tidak akan mengalami hujan.
Di sisi lain, kondisi yang cenderung kering perlu menjadi perhatian, terutama terkait potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau tidak membakar sampah maupun dedaunan kering sembarangan, serta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Penggunaan air bersih juga perlu dilakukan secara bijak untuk mengantisipasi kebutuhan selama periode kering.
Informasi dan pembaruan prakiraan cuaca dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @bmkg_kediri maupun situs Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri