SDHI Resmi Kelola Mandiri Bandara Dhoho Kediri, Begini Kata Manajemen

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Landscape Bandara Internasional Dhoho Kediri. (Foto Wahyu Adji)
Landscape Bandara Internasional Dhoho Kediri. (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri – Pengelolaan Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi beralih ke PT Surya Dhoho Investama (SDHI) secara mandiri setelah berakhirnya skema kerja sama operasi (KSO) dengan PT Angkasa Pura Indonesia.

Kepastian tersebut menyusul terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 tentang Penetapan Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama serta Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Nomor 81201089920010005 atas nama SDHI.

Dengan terbitnya kedua dokumen tersebut, SDHI resmi menjalankan pengelolaan dan pengoperasian Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai badan usaha bandar udara.

Sebelumnya, pengelolaan bandara yang berada di Kabupaten Kediri tersebut dilakukan melalui skema KSO antara SDHI dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Direktur Operasi, Safety dan Pengembangan PT SDHI Okky Riana Hartadi mengatakan, perolehan Sertifikat Standar BUBU menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mengelola bandara secara mandiri.

"Perolehan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara menjadi tonggak penting bagi PT Surya Dhoho Investama dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri. Dengan status sebagai BUBU, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, serta merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif," ujarnya.

Menurut dia, pengelolaan mandiri tersebut menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan bandara secara adaptif dan berkelanjutan.

Bandara Dhoho sendiri memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas kawasan Selingkar Wilis dan wilayah lain di Jawa Timur.

Keberadaan bandara tersebut diharapkan dapat membuka akses antardaerah sekaligus mendorong mobilitas masyarakat, aktivitas bisnis, dan sektor pariwisata di wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Jelang Penerbangan Haji, Umrah dari Bandara Dhoho Direct Jeddah Ditargetkan Realisasi Mulai Desember

"Ke depan, kami berharap Bandara Dhoho tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga merupakan bagian penting dari ekosistem aviasi serta gateway yang membuka akses dan menghubungkan berbagai potensi wilayah," kata Okky.

Dia menambahkan, SDHI akan terus memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan potensi bisnis dan pariwisata di kawasan Selingkar Wilis dan Jawa Timur.

Pihaknya berharap pertumbuhan Bandara Dhoho dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem aviasi dan aktivitas ekonomi sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan status sebagai BUBU, SDHI juga menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan operasional bandara dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan sesuai regulasi yang berlaku.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
SDhI bandara dhoho angkasa pura