JP Radar Kediri – Potensi cuaca ekstrem di wilayah Kediri Raya dan sekitarnya diprakirakan nihil hingga Senin (12/10).
Meski tidak ada indikasi hujan lebat maupun angin kencang, masyarakat tetap perlu mewaspadai risiko kebakaran lahan akibat kondisi cuaca yang cenderung kering.
Hal tersebut berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca tiga harian Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri yang bersumber dari BMKG Juanda untuk periode 10–12 Oktober 2026.
Dalam data tersebut, seluruh parameter ancaman cuaca pada Minggu (11/10) dan Senin (12/10) tercatat nihil.
Mulai potensi hujan sedang hingga lebat berstatus Waspada, hujan lebat hingga sangat lebat berstatus Siaga, serta hujan sangat lebat hingga ekstrem berstatus Awas.
Potensi hujan disertai petir dan angin kencang juga tidak terdeteksi selama dua hari tersebut.
Kondisi ini menunjukkan belum adanya indikasi ancaman cuaca signifikan berdasarkan parameter peringatan dini yang dipantau BMKG.
Namun, nihilnya peringatan hujan lebat bukan berarti seluruh wilayah dipastikan tidak akan mengalami hujan.
Baca Juga: Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Pandangan, Ribuan Warga Terserang ISPA
Di sisi lain, kondisi yang cenderung kering perlu menjadi perhatian, terutama terkait potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sebelumnya, pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri menunjukkan mayoritas wilayah daratan Jawa Timur berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas pembakaran sampah dan dedaunan kering, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak untuk mengantisipasi kebutuhan selama kondisi kering.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : BMKG – Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri