Lahan Jatim Sangat Mudah Terbakar: 23 Titik Panas Terdeteksi, Mayoritas di Wilayah Barat

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi titik panas.
Ilustrasi titik panas.

JP Radar Kediri – Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai di Jawa Timur.

Hampir seluruh wilayah daratan Jatim diperkirakan berada pada status sangat mudah terbakar akibat kondisi lapisan permukaan tanah yang kering.

Kondisi tersebut berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri per Selasa (6/10).

Dalam peta prakiraan Fine Fuel Moisture Code (FFMC), sebagian besar wilayah Jatim ditandai dengan status sangat mudah terbakar.

Sementara itu, wilayah dengan kategori mudah hingga cukup sulit terbakar hanya tersisa di sebagian kecil wilayah selatan dan timur Jatim, termasuk Banyuwangi. Potensi tersebut juga terlihat dari pantauan titik panas (hotspot) yang diperbarui pada 4 Oktober 2026.

Meski tidak ditemukan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, terdeteksi 23 titik dengan tingkat kepercayaan sedang di sejumlah daerah.

Sebaran terbanyak terdapat di Kabupaten Ngawi, Trenggalek, dan Magetan. Masing-masing daerah terpantau memiliki empat titik panas.

Baca Juga: 41 Titik Panas Terdeteksi, Satu Kategori Tinggi Muncul di Blitar

Selanjutnya, Kabupaten Madiun terpantau tiga titik. Sedangkan Kabupaten Nganjuk dan Tulungagung masing-masing dua titik.

Sementara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Ponorogo, dan Kota Madiun masing-masing terdeteksi satu titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang.

Selain itu, terdapat tiga titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah. Rinciannya dua titik berada di Kabupaten Ngawi dan satu titik di Kabupaten Nganjuk.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Terutama dengan menghindari pembakaran sampah maupun pembukaan lahan menggunakan api.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi lahan yang sangat kering, ditambah potensi angin kencang, dapat membuat api lebih mudah menyala dan menyebar.

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : BMKG – Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri
karhutla titik panas BMKG kemarau