JP Radar Kediri – Aktivitas Gunung Kelud masih terpantau normal. Dalam pengamatan selama 24 jam pada 2 Oktober 2026, Pos Pengamatan Gunungapi Kelud mencatat dua kali gempa tektonik jauh.
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dua gempa tektonik jauh tersebut memiliki amplitudo 1,5 hingga 14 milimeter.
Sementara waktu tiba gelombang atau S-P tercatat 28,62 sampai 33,7 detik dengan durasi 67 hingga 102 detik.
Meski terdapat rekaman kegempaan, tingkat aktivitas Gunung Kelud masih berada pada Level I atau Normal. Tidak terdapat laporan lain yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Dari sisi visual, kondisi Gunung Kelud terpantau jelas. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Baca Juga: Empat Gempa Tektonik Jauh Terekam di Kelud, Status Gunung Masih Level I Normal
Sementara itu, air danau kawah masih berwarna hijau dengan suhu mencapai 29,24 derajat Celsius. Bualan atau gelembung pada permukaan air danau kawah terpantau samar-samar.
Kondisi meteorologi di kawasan gunung api tersebut sepanjang periode pengamatan didominasi cuaca cerah hingga mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, barat daya, dan barat laut.
Suhu udara tercatat berkisar 20 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 hingga 80 persen.
Dalam rekomendasinya, PVMBG meminta masyarakat serta pengunjung maupun wisatawan tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius satu kilometer.
Masyarakat dan penambang juga diminta tetap mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud.
Laporan aktivitas Gunung Kelud tersebut disusun Achmad Nurin Kausar, A.Md, berdasarkan data Pos Pengamatan Gunungapi Kelud, Badan Geologi, Kementerian ESDM.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : pvmbg, pga kelud