JP Radar Kediri – Masyarakat di Kediri Raya dan sejumlah wilayah Mataraman diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang.
Fenomena tersebut diprakirakan terjadi mulai Jumat (2/10) hingga Minggu (4/10).
Berdasarkan peringatan dini cuaca tiga harian Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri yang bersumber dari BMKG Juanda, potensi angin kencang meluas pada Sabtu (3/10).
Sebaliknya, potensi hujan ekstrem maupun hujan petir tercatat nihil selama periode tersebut.
Pada Jumat (2/10), potensi angin kencang meliputi Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, dan Ponorogo.
Sehari berikutnya, cakupan wilayah yang berpotensi terdampak meluas.
Yakni Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Kediri, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Pacitan, serta Ponorogo.
Potensi tersebut masih berlanjut pada Minggu (4/10). Wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, serta Ponorogo.
Sementara itu, untuk potensi hujan, BMKG tidak mencatat adanya wilayah yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat.
Baca Juga: Harga Cabai Melonjak Faktor Kemarau, Jadi Fokus Satgas Pangan Kabupaten Kediri
Kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat dan awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem juga nihil.
Potensi hujan disertai petir juga tercatat nihil dalam periode prakiraan tersebut.
Meski demikian, hembusan angin kencang tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak di daratan.
Terutama terhadap pohon, papan reklame, baliho, maupun benda-benda lain yang mudah roboh atau beterbangan.
Kondisi angin juga perlu menjadi perhatian di kawasan dengan lahan kering. Hembusan angin dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran lahan.
Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menghindari berteduh atau beraktivitas di bawah pohon maupun dekat struktur yang berpotensi roboh ketika angin menguat.
Informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini selanjutnya dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG Dhoho Kediri.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri dan BMKG Juanda