Seminggu, Tangani 1.514 Penderita ISPA Baru di Kota Kediri! Dinkes Minta Masyarakat Waspada

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:30 WIB
PENCEGAHAN: Puskesmas Pesantren 1 memajang leaflet pencegahan penyakit ISPA yang di awal Oktober ini makin marak. (Foto: Ayu Isma)
PENCEGAHAN: Puskesmas Pesantren 1 memajang leaflet pencegahan penyakit ISPA yang di awal Oktober ini makin marak. (Foto: Ayu Isma)
KOTA, JP Radar Kediri-Tren kasus penyakit pernapasan di Kota Kediri melonjak. Dalam seminggu, total ada 1.514 penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) baru.
Merespons hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kediri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Erwanto mengatakan, pada minggu ketiga September, kasus ISPA hanya 862 kasus. Namun, pada minggu keempat ditemukan 1.514 kasus ISPA baru.

Mencegah semakin meluasnya kasus, dinas kesehatan mengeluarkan surat edaran ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan. “(Surat edaran) juga ditujukan ke dinas pendidikan untuk diteruskan ke sekolah-sekolah,” ujar Erwanto.

Baca Juga: Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Pandangan, Ribuan Warga Terserang ISPA

Tak hanya di Kota Kediri, menurut Erwanto lonjakan kasus ISPA juga terjadi di seluruh Jawa Timur. “Faskes dan sekolah kami minta mewaspadai penularan penyakit ISPA dan influenza lainnya,” lanjutnya.

Apakah di antara ribuan penyakit ISPA itu termasuk kasus influenza A? Erwanto mengatakan, dinkes tidak bisa memastikannya. Sebab, untuk memastikan kasus influenza A harus ada pemeriksaan laborat.

“Jadi yang terdeteksi itu hanya yang ILI atau influenza-like illness yang keluhannya seperti influenza,” terang Erwanto.

Lonjakan kasus yang juga dialami oleh seluruh daerah di Jatim, tutur Erwanto, membuat Dinas Kesehatan Provinsi Jatim meminta daerah untuk terus memantau kenaikan kasus. Yakni melalui sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR).

“Termasuk (memberikan) imbauan ke masyarakat yang harus dikuatkan. Karena virus ini kan gampang menyebar, tapi insyaallah bisa diobati dan dicegah,” tandas Erwanto. 

Baca Juga: Influenza A di Kota Kediri Nihil tapi ISPA Tembus 700 Kasus! Ini Kata Dinkes Kota Kediri

Salah satu langkah pencegahan penyakit ISPA menurut Erwanto adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Di antaranya seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Kemudian, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Masyarakat juga harus istirahat cukup, serta memperhatikan etika saat batuk dan bersin. 

Meski memasifkan imbauan, Erwanto menyebut dinkes belum mewajibkan masyarakat untuk memakai masker secara intensif. Melainkan baru mengimbau bagi masyarakat yang bergejala agar menggunakan masker guna mencegah penularan.

“Yang sudah sakit dan bergejala biar tidak menularkan itu kan etikanya harus pakai masker. Jadi kalau pemakaian masker secara umum, kami tidak ada edaran. Hanya menyarankan bagi yang bergejala atau sakit untuk menggunakan masker,” paparnya. 

Baca Juga: Belum Setahun, ISPA Tembus 62.613 Kasus! Dinkes Kabupaten Kediri Minta Hal Ini

Erwanto menegaskan, kenaikan kasus ISPA juga dipengaruhi oleh cuaca. Saat kemarau panjang seperti sekarang, debu banyak beterbangan dan udara lebih kering. Termasuk virus yang bisa banyak terbawa di udara. 

“Penyakit saluran pernapasan ini biasanya sakit musiman. Jadi memang harus kewaspadaan mengantisipasi itu yang harus kita tingkatkan,” pungkas Erwanto. 

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
influenza a phbs kemarau dinas kesehatan kota kediri ispa