Dua Pasar Tanpa Portal Parkir, Perumda Akan Lakukan Ini!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 21:54 WIB
TANPA HALANGAN: Pesepeda motor masuk ke area Pasar Bandar. Mulai kemarin portal parkir yang biasa ada di pintu masuk pasar tersebut ditiadakan untuk sementara. (Hilda Nurmala/JPRK)
TANPA HALANGAN: Pesepeda motor masuk ke area Pasar Bandar. Mulai kemarin portal parkir yang biasa ada di pintu masuk pasar tersebut ditiadakan untuk sementara. (Hilda Nurmala/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Peniadaan portal parkir di dua pasar yang dikelola Perumda Pasar Joyoboyo tidak otomatis membuat masalah selesai. Sebaliknya, pihak perumda akan melakukan evaluasi. Kemudian merumuskan penyelesaian konflik di pasar tradisional itu agar tidak berlarut-larut.

“Kami evaluasi (peniadaan portal parkir masuk) terus,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi.

Sejak kemarin perumda memang menetapkan kebijakan baru yang bersifat sementara. Yaitu meniadakan portal parkir di dua pasar tradisional. Yaitu di Pasar Bandar dan Pasar Pahing.

Baca Juga: Perumda Pasar Joyoboyo Batalkan Pemasangan Portal Parkir Pasar, Ini Alasannya!

Soal potensi penurunan pendapatan dari retribusi parkir, Luthfi belum bisa menyebutkan. Sebab, laporan baru bisa terlihat sehari setelahnya. Yaitu hari ini, Rabu (30/9).

“Untuk mengetahui (naik turunnya pendapatan retribusi parkir) baru besok (30/9),” imbuhnya.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, di Pasar Bandar dan Pasar Pahing sudah tidak terlihat petugas yang menarik karcis di pintu masuk. Petugas berjaga di lokasi parkir yang telah disediakan. Ketika ada masyarakat yang memang berniat berbelanja dan memarkirkan kendaraan barulah petugas menarik retribusi.

Dengan diberlakukannya aturan sementara itu, beberapa pedagang menilai jika pengunjung yang datang ke pasar lebih ramai dibandingkan biasanya. Ada yang membeli, juga ada yang hanya melintas sembari melihat-lihat saja.

Baca Juga: Polemik Pasar Tradisional yang Tak Kunjung Selesai

“Sebenarnya perubahannya tidak sampai yang ramai sekali. Cuma hari ini lalu lalang kendaraan terlihat lebih banyak,” ujar Wati, pedagang makanan yang ada di Pasar Bandar.

Perempuan asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu menyebut jika pembeli di lapaknya tidak begitu berdampak. Hanya ada sekitar 10-15 orang saja yang datang.

Hal serupa juga disampaikan oleh Joko, 42. Dia mengklaim pasar lebih ramai dibandingkan biasanya. Meskipun tidak berdampak signifikan pada pendapatannya sehari-hari.

Baca Juga: Perumda Pasar Joyoboyo Datangi Polresta Kediri, Kasatreskrim: Masih Konsultasi Permasalahan Pasar

“Ya kalau ramai memang terlihat lebih ramai. Cuma kalau dari segi pendapatan ya masih sama saja. Mungkin kalau satu hari belum terlihat, coba nanti beberapa hari ke depan seperti apa,” beber pedagang sembako yang ada di Pasar Pahing.

Untuk diketahui, pedagang Pasar Bandar kemarin juga mendatangi kantor Perumda yang ada di lantai 2. Mereka menyampaikan apresiasi sekaligus berkomitmen untuk membayar retribusi secara penuh.

“Kemudian untuk legalitas kami sebagai pedagang, teman-teman sudah sepakat akan membayar untuk menyewa,” ujar Yunus, salah satu pedagang di Pasar Bandar.  

Pihaknya juga memohon kepada pengelola agar pedagang yang kiosnya tutup selama berapa hari itu tidak dianggap sebagai hutang. Kecuali untuk yang sudah tutup 1 tahun berturut-turut bisa dicarikan solusi bersama.

Baca Juga: Pedagang Trotoar Ingin Masuk Pasar, Ini Keluhan Yang Disampaikan Ke Perumda!

“Bilamana pihak Perumda akan menerapkan suatu aturan yang baru, kami meminta untuk dilibatkan dalam mengkaji aturan tersebut,” pungkasnya. Dia menyebut jika pihak koordinator pengelola pasar sudah menerima masukan dari pedagang dan langsung menyampaikan ke pihak Perumda Pasar Joyoboyo. (la/fud)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
TANPA PORTAL PARKIR pemkot kediri Perumda Pasar Joyoboyo pasar setonobetek pasar pahing