Perumda Pasar Joyoboyo Batalkan Pemasangan Portal Parkir Pasar, Ini Alasannya!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:28 WIB
TEATRIKAL: Puluhan pedagang membawa replika keranda dan melakukan tabur bunga saat melakukan aksi demo di Pemkot Kediri kemarin. (Wahyu Adji/JPRK)
TEATRIKAL: Puluhan pedagang membawa replika keranda dan melakukan tabur bunga saat melakukan aksi demo di Pemkot Kediri kemarin. (Wahyu Adji/JPRK)

JP Radar Kediri–Puluhan pedagang pasar tradisional kembali melakukan demo ke Pemkot Kediri dan DPRD Kota Kediri. Seperti sebelumnya, mereka menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan Perumda Pasar Joyoboyo.

Merespons hal tersebut, perumda mengabulkan salah satu tuntutan pedagang terkait penghentian sementara portal digital parkir.

“Berdasarkan kesepakatan, portal parkir digital sementara ditiadakan. Sembari menunggu proses digitalisasi,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi.

Menurutnya, kesepakatan ini mulai diberlakukan hari ini (29/9). Bagi pedagang atau pengunjung yang datang ke pasar, mereka tidak akan serta merta ditarik parkir.

Melainkan baru ditarik ketika mereka memang bertujuan untuk parkir dan berbelanja.

Baca Juga: Tak Urus Legalitas, Pedagang Bisa Kehilangan Lapak! Perumda Pasar Joyoboyo Beri Deadline Seminggu

Pria yang akrab disapa Luthfi menegaskan, kebijakan tersebut hanya berlaku di Pasar Pahing dan Pasar Bandar. Adapun untuk pasar tradisional lainnya tetap berjalan seperti biasa.

“Besok (hari ini, Red) mulai diberlakukan. Hanya berlaku di Pasar Bandar dan Pasar Pahing. Kalau Pasar grosir tidak ada masalah,” imbuhnya.

Luthfi menegaskan, penghentian portal parkir hanya bersifat sementara. Artinya, ke depan portal parkir digital akan tetap dipasang. Meski, belum bisa ditentukan waktunya secara pasti.

Bagaimana dengan tuntutan pedagang lainnya? Luthfi mengaku belum bisa memberi jawaban. Termasuk protes pedagang yang harus membayar retribusi meski kios mereka tutup.

“Yang saya sampaikan hanya itu (portal parkir digital, Red). Sementara itu saja yang lainnya belum,” tandasnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Kabupaten Kediri Sidak Pasar Grogol, Harga Daging dan Cabai Melonjak Jadi Catatan

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, puluhan pedagang yang merupakan gabungan dari Pasar Pahing dan Pasar Bandar itu kembali melakukan demo ke kantor Pemkot Kediri.

Berkumpul di Pasar Bandar, puluhan pedagang melakukan konvoi ke gedung DPRD Kota Kediri dan berakhir di kantor Pemkot Kediri.

Dalam aksinya pedagang tidak hanya membawa poster bernada protes. Melainkan mereka juga melakukan aksi teatrikal dengan membawa keranda mayat dan tabur bunga.

Sayang, sejumlah pedagang yang ditemui koran ini enggan mengeluarkan statement. “Tuntutan kami yang lain belum dikabulkan. Kami masih belum puas,” ungkap salah satu pedagang yang enggan namanya dikorankan.

Baca Juga: Pedagang Trotoar Ingin Masuk Pasar, Ini Keluhan Yang Disampaikan Ke Perumda!

Seperti yang diberitakan, ada tiga tuntutan yang diajukan oleh pedagang pasar tradisional. Pertama, rencana pemasangan portal untuk parkir digital yang diklaim membuat masyarakat semakin malas ke pasar.

Pedagang juga menyoal biaya sewa terhadap kios tutup yang tetap ditarik. Terakhir pedagang juga keberatan dengan perubahan hak guna bangunan (HGB) menjadi hak sewa.

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
pemkot pasar joyoboyo parkir digital Pasar Bandar pasar pahing